Jaga Budaya

6 Kampung Batik yang Patut Dikunjungi untuk Wisata dan Belajar, Mana Saja?

Editor: Karyudi Sutajah Putra

KABNews.id – Batik merupakan satu dari sekian ragam kain tradisional Nusantara yang sudah tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri. Hari ini, Sabtu (2/10/2021), pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional yang artinya menjadi momentum untuk lebih mencintai dan mengenal batik itu sendiri.

Salah satu hal yang tak dapat dilepaskan dari batik tentu saja kampung wisatanya yang sekaligus merupakan sentra industri kain tradisional tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa kampung batik yang patut untuk dikunjungi. Tidak hanya untuk objek wisata namun juga sarana edukasi. 

Dikutip dari Kompas TV, Sabtu (2/10/2021), berikut sejumlah kampung batik yang banyak disinggahi oleh wisatawan dalam maupun luar negeri.

1. Kampung Batik Laweyan, Solo

Dari beberapa kampung batik yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah, yang wajib dikunjungi sebagai destinasi wisata adalah Kampung Batik Laweyan. Saat berkunjung ke Kampung Batik Laweyan, wisatawan dapat menemukan puluhan toko, galeri, hingga rumah produksi batik di tengah-tengah permukiman warga.

Menurut informasi dari Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Alpha Fabela Priyatmono, sejarah kampung ini telah terbentuk sejak zaman Kerajaan Pajang pada 1500-an.

Dengan mengunjungi Kampung Batik Laweyan, pelancong pastinya akan banyak belajar mengenai batik khas Solo yang sarat akan warna cokelat soga dan motif geometris nan kecil-kecil ukurannya.

2. Kampung Batik Griloyo, Yogyakarta

Sebagai destinasi wisata, sentra kerajinan batik tulis Giriloyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menawarkan pengalaman berlibur yang unik yaitu paket belajar membatik.

Selain paket membatik untuk para wisatawan, kampung yang terletak sekitar 17 kilometer selatan Kota Yogyakarta tersebut juga menyuguhkan suasana Kerajaan Mataram Islam lewat rumah-rumah tradisional di dalamnya.

Tak ketinggalan, peserta jelajah Kampung Batik Giriloyo pun dapat menikmati sajian kuliner tradisional dusun tersebut, seperti pecel kembang turi dan wedang uwuh.

3. Kampung Batik Trusmi, Cirebon

Trusmi merupakan nama sebuah kampung di Kota Cirebon, Jawa Barat, yang kemungkinan besar lebih dikenal sebagai nama toko atau merek batik dari daerah tersebut.

Hal tersebut tak sepenuhnya keliru karena Trusmi merupakan salah satu sentra industri batik di Cirebon yang juga menjadi kampung wisata.

Ilustrasi proses pengerjaan batik di Kampung Batik Trusmi, Kota Cirebon, Jawa Barat. (Foto: KompasTV)

Di kampung yang berada di pinggir Jalan Raya Plered, Kota Cirebon, itu pengunjung dapat memperoleh pengetahuan tentang cara membuat, mengolah, hingga menjual batik, khususnya dengan harga yang miring.

Untuk selingannya, Kampung Batik Trusmi juga banyak menjajakan kuliner khas, seperti tahu gejrot hinggga empal gentong.

4. Kampung Batik Semarang

Konon, Kampung Batik Semarang dikenal sebagai tempat lahirnya batik-batik khas ibu kota Jawa Tengah tersebut, setelah sempat tertidur lama semasa penjajahan kolonial Belanda.

Hingga akhirnya, kini sentra pembuatan batik di Semarang itu banyak menghasilkan karya dengan motif-motif baru, yang terkenal yakni corak asem, blekok, dan gombel.

Daya tarik kampung tersebut, selain wisata belanjanya, yakni beragam mural bernuansa batik yang menghiasinya sehingga cocok untuk lokasi foto yang instagramable.

5. Kampung Batik Putat Jaya, Surabaya

Siapa sangka kawasan yang merupakan bekas lokasi prostitusi Dolly dapat disulap menjadi kampung batik yang ramai dikunjungi wisatawan di Surabaya, Jawa Timur.

Ya, kawasan itu adalah Kampung Batik Putat Jaya yang tak pernah sepi dengan kunjungan wisatawan, baik lokal atau mancanegara. Kampung Batik Putat Jaya, yang tersohor akan produksi batik dengan motif daun dan buah jarak, memiliki sejumlah aktivitas yang menarik. Mulai dari menyaksikan proses produksi batik, latihan membuatnya, diskusi, serta kegiatan jual-belinya.

6. Kampung Batik Palbatu, Jakarta

Meski baru berdiri pada 2011 silam, Kampung Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, telah menorehkan dua rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Yakni rekor untuk jalan bermotif batik terpanjang dan rumah yang dilukis batik terbanyak.

Awalnya Kampung Batik Palbatu dibuat untuk melestarikan motif-motif batik Betawi, sehingga saat ini telah berdiri sanggar-sanggar tempat belajar batik, baik bagi masyarakat Tebet maupun wisatawan luar.

Comment here