Hukum

7 Fakta Kece Dianiaya Napoleon, PBNU: Tak Dibenarkan

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Muhammad Kace alias Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama, dianiaya Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, yang juga tahanan dalam kasus korupsi, di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Berikut fakta-fakta terbarunya, dikutip dari detik.com, Senin (20/9/2021).

Saat penganiayaan terjadi, wajah dan tubuh Muhammad Kece diduga dipukul dan dilumuri kotoran manusia oleh Irjen Napoleon Bonaparte. Laporan Polisi (LP) terdaftar dalam nomor LP: 0510/VIII/2021/Bareskrim yang dibuat pada 26 Agustus 2021 atas nama Muhamad Kosman alias Muhammad Kece. Lalu bagaimana fakta terkini Muhammad Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte?

Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte. (Foto: Okezone)

Muhammad Kece Dianiaya, Begini Kondisinya

Polisi menjelaskan soal kondisi Muhammad Kece pasca-dianiaya dan dilumuri kotoran manusia. Disebutkan kondisinya tidak terluka parah.

“Nggak (luka parah),” ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (18/9/2021).

Agus membeberkan pihaknya langsung mengambil tindakan pada hari kejadian. Saat itu, Muhammad Kece langsung dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapat penanganan lebih lanjut. “Hari kejadian, langsung kita cek ke RS Polri Kramat Jati,” tuturnya.

Aniaya Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte Tulis Surat Terbuka

Terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukannya terhadap Muhammad Kace, Napoleon Bonaparte buka suara. Dalam surat terbuka yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara, dirinya menyebut siapa pun bisa menghina dirinya namun tidak dengan Allah, Rasulullah dan Al Qur’an. Dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap orang yang menghina Allah, Rasulullah dan Al Qur’an.

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” ujarnya.

Irjen Napoleon Bonaparte menyesalkan perbuatan Muhammad Kece lantaran dianggap merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Dia juga menyinggung konten Muhammad Kece yang belum dihapus dari media sosial.

“Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu,” tuturnya.

“Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece, apa pun risikonya,” sambung Irjen Napoleon Bonaparte.

Muhammad Kece Diimbau Ajukan Perlindungan

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution bersuara soal dugaan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece di dalam rutan. Maneger menyarankan korban mengajukan perlindungan ke LPSK jika keselamatannya terancam.

“Kita terbuka menerima permohonan perlindungan bagi korban, termasuk saksi-saksi yang mengetahui dugaan kasus penganiayaan tersebut,” ujar Maneger dalam keterangan tertulis, Minggu (19/9/2021).

Maneger menyebut korban memiliki hak-hak seperti mendapatkan perlindungan atau pun bantuan medis, rehabilitasi psikologis, bahkan pengajuan restitusi atas tindakan yang diterimanya dari pelaku. Meski begitu, semua hak tersebut baru dapat diperoleh setelah korban mengajukan permohonan ke LPSK dan permohonan diputuskan diterima. “Kita imbau korban untuk mengajukan perlindungan, jika memang keselamatannya terancam,” katanya.

Motif Penganiayaan-Keterlibatan Orang Lain Masih Tanda Tanya

Polisi masih mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat dalam penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece. Polisi juga masih menyelidiki motif di balik perbuatan tersebut.

“(Terlapor) Napoleon Bonaparte. Penyidik sedang mendalami apakah dilakukan sendiri atau ada yang membantu,” ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi.

Andi belum menjawab saat ditanya apa motif Irjen Napoleon menganiaya Muhammad Kece. Dia meminta waktu karena penyidik masih melakukan pendalaman.

Asal Kotoran Manusia yang Dilumurkan ke Muhammad Kece

Irjen Napoleon Bonaparte melumuri wajah dan tubuh Muhammad Kece dengan kotoran manusia. Polisi menjelaskan asal kotoran manusia tersebut.

“Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB,” ujar Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9/2021).

Selain itu, Napoleon Bonaparte diduga memukul Muhammad Kece. Pemukulan dan aksi melumuri kotoran manusia terjadi dalam waktu bersamaan. “Sambil memukul juga melumuri kotoran manusia,” tuturnya.

Meski demikian, dia belum menjelaskan detail kronologi kasus ini. Motif dugaan penganiayaan itu juga masih ditelusuri.

“Nanti saya jawab setelah pemeriksaan saksi siang nanti,” ucapnya.

Muhammad Kece-Saksi Sudah Diperiksa

Terkait laporan perundungan di dalam Rutan Bareskrim Polri, Muhammad Kece disebut sudah terlebih dahulu diperiksa. Dia diperiksa polisi dengan 5 saksi lainnya. “Korban sudah duluan diperiksa dan 5 saksi lain,” kata Brigjen Andi.

Tujuh saksi dalam kasus tersebut juga diperiksa polisi. Dari 7 orang, 4 di antaranya adalah penjaga Rutan Bareskrim, dan 3 lainnya adalah narapidana (napi). “Ya dari petugas rutan juga ada 4 orang akan diperiksa sebagai saksi, dan 3 tahanan,” tuturnya

Irjen Napoleon Bonaparte Diperiksa Besok

Dalam kasus dugaan penganiayaan Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte akan diperiksa polisi. Bareskrim Polri besok akan melakukan pemeriksaan. “Insya Allah hari Selasa tanggal 21 September 2021 dia (Irjen Napoleon) akan diperiksa,” kata Brigjen Andi.

Saat ini status Irjen Napoleon Bonaparte masih terlapor. Usai pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara akan dilakukan. “Masih ada beberapa saksi yang akan diperiksa sebelum gelar penetapan tersangka. Tapi dalam minggu ini,” ucapnya saat ditanya kapan gelar perkara dilakukan.

Tak Dibenarkan

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud tidak membenarkan tindakan Irjen Napoleon Bonaparte, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, menganiaya Muhammad Kece dengan alasan membela agama. Jika Irjen Napoleon tak suka Kece menista agama, seharusnya Napoleon mendakwahi, bukan memukulnya.

“Alasan apa saja, kalau itu untuk berbuat kekerasan terhadap orang lain, itu tidak dibenarkan,” kata Marsudi Syuhud dikutip dari detik.com, Senin (20/9/2021).

Menurut Marsudi, pendekatan Islam bukanlah pendekatan kekerasan. Namun, pendekatan dakwah dengan cara damai. “Itu agama sifatnya hidayah dari Allah. Maka pendekatannya dengan dakwah, bukan dengan kekerasan. Kalau (perbuatan) alasan agama, pendekatan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Jika ada orang yang berbuat salah dan melenceng dari agama, maka seharusnya tidak boleh dikasari. “Didakwahi, diajarkan, karena agama itu hidayah,” katanya.

Comment here