Politik

7 Partai Lolos Parlemen, PAN dan PPP Gagal

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Hasil Pemilu 2019 menempatkan sembilan partai politik di DPR RI. Untuk Pemilu 2024 nanti, diprediksi hanya tujuh partai yang lolos ke parlemen, sementara dua partai lainnya tidak. Kedua partai yang tidak lolos ke Senayan lagi itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Perolehan suara keduanya diprediksi tak sampai 4 persen yang menjadi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Ya, hasil survei Litbang Kompas yang digelar pada 27 Juli-7 Agustus 2023 menunjukkan terdapat tujuh parpol yang lolos ke parlemen jika pemilu diadakan saat survei berlangsung. Dari sembilan partai yang bercokol di Senayan saat ini, PAN dan PPP elektabilitasnya berada di bawah ambang batas parlemen 4 persen.

Bendera-bendera partai politik. (Istimewa)

Adapun tujuh parpol yang elektabilitasnya di atas 4 persen adalah PDI Perjuangan (24,4 persen), Partai Gerindra (18,9 persen), Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB (7,6 persen), Partai Golkar (7,2 persen).
Kemudian, Partai Demokrat (7,0 persen), Partai Keadilan Sejahtera atau PKS (6,3 persen), dan Partai Nasdem (5,9 persen). Sementara itu, PAN mempunyai elektabilitas 3,4 persen dan PPP 1,6 persen.

Seperti dilansir Kompas.com, Kamis (24/8/2023), survei ini juga menangkap elektabilitas partai politik nonparlemen dan partai-partai baru. Hasilnya, tidak ada yang elektabilitasnya di atas 4 persen.
Di antara partai-partai tersebut, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) punya elektabilitas tertinggi yakni 3,4 persen, sedangkan partai-partai lainnya di bawah 1 persen. Partai-partai itu adalah Partai Hati Nurani Rakyat (0,8 persen), Partai Solidaritas Indonesia (0,8 persen), Partai Garuda (0,5 persen), Partai Gelora (0,4 persen), Partai Ummat (0,2 persen), Partai Bulan Bintang (0,1 persen), dan Partai Buruh (0,1 persen).

Survei melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 27 Juli-7 Agustus 2023 dan melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Metode ini menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error penelitian ±2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Comment here