Sport

Barcelona Melangkah Pasti Menuju Kehancuran

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Barcelona sudah diadang keraguan sejak Lionel Messi pergi. Dan melihat laga lawan Bayern Munchen di Liga Champions, Blaugrana seolah menunjukkan langkah pasti menuju kehancuran.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (15/9/2021), sejak Messi pergi, keraguan atas kemampuan Barcelona sudah mulai mengudara. Ketergantungan pada Messi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade tidak akan bisa langsung diatasi begitu saja. Belum lagi fakta bahwa Messi pergi dengan tiba-tiba, setelah sebelumnya diyakini sudah kembali nyaman dan siap bertahan.

Setelah tampil lumayan di La Liga, Barcelona akhirnya mendapatkan ujian besar pertama di musim ini. Blaugrana menjamu Bayern di hadapan ribuan pendukung mereka di Camp Nou.
Tampil di kandang ternyata tidak membuat Barcelona menjadi penguasa permainan. Barcelona malah tampak kewalahan dibombardir Bayern sepanjang laga.

Pemain-pemain Barcelona yang paling bekerja keras justru para pemain bertahan, termasuk kiper Marc Andre ter Stegen yang membuat sejumlah penyelamatan gemilang.

Ilustrasi FC Barcelona. (Foto: LigaLaga)


Tetapi tetap saja, ada dua gol yang lolos dari tangkapan ter Stegen di 60 menit awal permainan. Gol pertama yaitu Thomas Muller yang tendangannya berubah arah setelah menyentuh bek Barcelona. Gol kedua dari Robert Lewandowski di awal babak kedua saat ia memanfaatkan bola liar yang membentur tiang.

Bayern benar-benar menelanjangi kelemahan-kelemahan Barcelona. Bayern sama sekali tak gentar untuk memilih bertahan setelah mereka menggenggam keunggulan. Bayern terus menyerang dan menekan, menguasai permainan dan unggul jauh dalam penciptaan peluang.

Pemandangan paling mengiris hati adalah ketika  Lewandowski mencetak gol kedua sekaligus membuat Bayern menang 3-0 di laga tersebut.

Bek-bek Barcelona sudah jatuh bangun mengadang Lewandowski, namun semuanya berujung sia-sia. Tembakan keras kaki kiri Lewandowski dari jarak dekat bersarang telak ke gawang Barcelona. Bayern pulang dengan kemenangan meyakinkan 3-0 di tangan, sedangkan Barcelona harus merenung dan memikirkan musim yang masih panjang.

Aturan batas gaji yang membelenggu Barcelona benar-benar membuat mereka sudah mendapat hukuman sebelum kompetisi dimulai. Mereka harus melepas Messi pergi dan bahkan terpaksa meminjamkan Antoine Griezmann demi mengurangi beban gaji. Langkah Barcelona di bursa transfer makin aneh usai mereka meminjam Luuk de Jong usai melepas Griezmann, sebagai tambahan amunisi di lini depan.

Setelah mengikhlaskan Messi pergi di saat sang megabintang ingin bertahan, derita Barcelona makin bertambah setelah mereka gagal menjual pemain-pemain yang ingin mereka buang.

Ousmane Dembele, Philippe Coutinho dan Samuel Umtiti adalah dua pemain bergaji besar yang tetap bertahan di Barcelona. Padahal sebelumnya mereka ramai diisukan masuk daftar jual kategori teratas demi mengurangi beban gaji.

Tidak ada klub yang berminat mendatangkan tiga pemain tersebut tak lepas dari faktor cedera yang sering menghinggapi mereka dari musim ke musim. Faktor tersebut yang turut membuat permasalahan struktur gaji Barcelona belum sepenuhnya mereda dan menghalangi ruang gerak mereka berburu pemain.

Dari segi kualitas pemain, Barcelona sejatinya masih bisa berharap di musim ini. Mereka masih punya gelandang muda macam Frenkie de Jong dan Pedri serta sejumlah pemain bintang macam ter Stegen, Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Memphis Depay.

Pemain-pemain tersebut masih bisa diharapkan untuk menjadikan Barcelona sebagai tim yang kompetitif. Barcelona masih bisa punya asa untuk bersaing di La Liga.

Sedangkan untuk berbicara jauh di Liga Champions, jelas penuh pembenahan organisasi tim yang signifikan dari Ronald Koeman.

Koeman mungkin bisa segera berjudi pada Coutinho. Di tengah krisis pemain kreatif, Coutinho mungkin bisa jadi solusi bila Koeman menaruh kepercayaan padanya.

Satu pemain lain yang bisa diharapkan adalah Ansu Fati. Ansu Fati diyakini bakal segera kembali ke lapangan usai cedera panjang.

Meski masih jauh dari level Messi saat muda, kehadiran Ansu Fati di lapangan bisa memberikan harapan bahwa masih ada masa depan yang cerah untuk Barcelona.

Di laga lawan Bayern, Barcelona bukan kalah karena tidak beruntung. Barcelona benar-benar kalah telak, baik dari skor maupun permainan secara keseluruhan.

Memphis Depay dan kawan-kawan bahkan tak punya tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit pertandingan.

Barcelona harus berbenah. Tanpa perubahan drastis dari segi permainan, Barcelona sedang menunjukkan langkah pasti mereka menuju kehancuran di musim ini.

Comment here