Hukum

Basaria Panjaitan soal Rocky Gerung Vs Sentul City: Kita Cari Solusi Terbaik

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk (SC) Basaria Panjaitan ikut angkat bicara perihal polemik perusahaan properti itu dengan Rocky Gerung. Apa kata Basaria yang juga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?

“Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Nanti kita carikan solusi penyelesaian yang terbaik. Kita doakan ya,” ucap Basaria dikutip dari detikcom, Rabu (15/9/2021).

Namun Basaria tidak menjelaskan lebih detail perihal solusi apa yang akan ditempuh. “Salam hormat saya untuk semuanya,” imbuh Basaria.

Mantan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Foto: Liputan6.com)

Awal Mula Sengketa Rocky Gerung Vs Sentul City

Masalah lahan ini bermula saat Rocky Gerung mendapatkan somasi dari Sentul City. Pihak Rocky Gerung diminta mengosongkan lahan dan membongkar rumahnya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kuasa hukum Rocky Gerung, Haris Azhar, mengatakan sedikitnya ada dua surat somasi yang dikirimkan Sentul City ke Rocky Gerung. Isinya, menurut Haris Azhar, meminta Rocky Gerung mengosongkan tanah dan membongkar rumahnya.

Somasi itu diterima Rocky Gerung pada 28 Juli dan kedua pada 6 Agustus. Haris Azhar mengatakan pihaknya telah membalas somasi itu. Pihaknya juga melaporkan perkara ini ke Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Udah (diterima) kira-kira 3 minggu yang lalu, kita udah balas, masih disomasi lagi kita balas lagi dan kita laporkan ke BPN. Kita udah serahkan ke BPN, tanya aja sama Pak Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN),” kata dia.

Serangan Rocky Gerung

Pada Senin (13/9/2021), Rocky Gerung melemparkan serangan ke Sentul City soal polemik lahan itu. Rocky Gerung menegaskan kasus ini melibatkan banyak orang. “Sekarang saya mau terangkan bahwa ini bukan soal saya saja, ada 90 KK, 6.000 orang yang mengalami nasib yang sama,” kata Rocky Gerung di kediamannya.

Rocky menerangkan perihal sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yang terus disinggung Sentul City sebagai dasar somasi yang dilayangkan. Kata Rocky, hal itu sebetulnya persoalan kecil semata.

“Kan selama ini terus-menerus sertifikat HGB segala macam. Itu soal kecil, itu bukan soal, itu dasarnya,” kata Rocky.

Rocky mengatakan, saat kasus ini mencuat, ada isu liar berkembang perihal pembelian tanah yang dibeli olehnya dari seorang kriminal. Rocky membantah itu dan menyebut justru PT Sentul City-lah biang kriminalnya.

“Kalau kita ditanyakan, bahkan ditanya disebutin di media massa bahwa saya membeli dari seorang kriminal apa segala macam. Nah, Sentul City itu yang biangnya kriminal,” tambahnya.

Rocky kemudian menyinggung pemilik Sentul City yang kini jadi tahanan KPK dan ditahan di jeruji besi selama 5 tahun. Walaupun akhirnya, kata Rocky, hukumannya kini tinggal 2,5 tahun. “Yang punyanya ditangkap KPK, dipenjara 5 tahun dan tiba-tiba tinggal 2,5 tahun. Jadi jangan dibalik-balik,” imbuhnya.

Penjelasan soal Surat Tanah Garapan

Di tempat yang sama, Haris Azhar menjelaskan perihal surat tanah garapan yang dimiliki Rocky terkait lahan itu. Haris mengakui persoalan ini menyangkut sertifikat HGB yang dimiliki Sentul City dan di sisi lain Rocky Gerung juga memiliki surat akta jual-beli beserta surat tanah garapan. Namun, Haris menyebut surat tanah garapan yang dimiliki Rocky tidak bisa dianggap sebelah mata.

Haris mengatakan kepemilikan surat tanah garapan Rocky memang belum disertifikatkan hak guna bangunan. Akan tetapi, syarat-syarat untuk memenuhi sertifikat itu telah dimiliki lengkap dan menguasai fisik.

“Nah, saya mau jelasin begini, yang punya tanah garapan itu bukan dia lemah, dia bisa berarti bahwa dia belum mensertifikatkan, tapi syarat-syarat untuk sertifikatnya yang lengkap, menguasai fisik, punya riwayat tanah, peralihan hak dalam hukum tanah ada yang disebut hak,” ucapnya.

Peralihan hak yang dimiliki Rocky Gerung, menurut Haris, telah jelas dan terang benderang. Sejak 2009, Rocky telah memfungsikan tanah itu dengan menanam pohon.

“Jadi Rocky Gerung dapat darimana, dibelinya pakai apa atau hibah dari mana, jelas, dan tanah tersebut semenjak tahun 2009 ada pohonnya 20 senti dan hari ini sudah 20 meter, dirawat digunakan. Dalam hukum tanah di Indonesia, tanah itu harus punya fungsi, barang siapa yang merasa memiliki tapi tidak difungsikan, negara boleh minta balik tanah itu ya,” tuturnya.

Haris mengakui persoalan ini diadu dengan HGB yang dimiliki PT Sentul City dengan segala prosedur yang telah disusun. Namun, Haris menduga HGB itu palsu.

“Nah sekarang HGB-nya, ‘kan kesan itu diadu sama HGB, HGB kuat, kalau HGB itu prosedurnya disusun, kelengkapannya disusun untuk memenuhi prosedur dengan cara yang bolong-bolong yang salah, patut diduga kuat garis bawah, garis atas diperkerang hurufnya kata-kata saya bahwa HGB itu patut diduga palsu,” tegasnya.

Tanggapan Sentul City

PT Sentul City Tbk menanggapi tudingan Rocky Gerung soal biang kriminal. Sentul City menuding balik bahwa Rocky Gerung membeli dari mantan terpidana kasus pemalsuan surat.

Sentul City menyatakan terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 2411 dan 2412 oleh BPN Kabupaten Bogor melalui proses yang legal.

“Semua prosedur telah dilalui sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” kata Head of Corporate Communication, PT Sentul City Tbk, David Rizar Nugroho, kepada detikcom, Senin (13/9/2021).

David menjelaskan, pihaknya sejak memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tahun 1994 telah mengelola lahannya dengan baik antara lain dengan bekerja sama masyarakat. Terkait masalah over alih garap yang dilakukan Rocky Gerung dengan membeli lahan dari Andi Junaidi, Sentul City menyayangkan dan mengaku prihatin karena sudah beberapa kali Andi telah menjualbelikan lahan milik Sentul City.

“Bahkan Andi pernah tersandung masalah hukum yakni menjadi terpidana kasus jual-beli tanah dan pemalsuan surat. Andi diputus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam putusan PN Cibinong Nomor 310/Pid.B/2020/PN Cbi tahun 2020,” ujar David.

“Yang membuat kita prihatin Pak RG rupanya telah kerja sama dengan orang yang salah,” sambung David.

David menambahkan, langkah Sentul City melakukan pengamanan lahan karena Sentul City melakukan corporate action. Sentul City sedang mengembangkan lahan sesuai rencana pengembangan yang ada dalam masterplan yang telah disahkan Pemkab Bogor. David menjelaskan, di area bersertifikat HGB atas nama Sentul City dulu adalah area bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan XI.

PT Sentul City Tbk memperoleh hak dengan melalui perizinan sebagai payung/dasar hukum di antaranya Izin Prinsip dari Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab Bogor, Surat Keputusan dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Prov Jawa Barat tentang Persetujuan Izin lokasi dan pembebasan tanah.

Sampai terbit 2 buah sertifikat HGB di atas dua bidang tanah di Desa Bojong Koneng atas nama Sentul City, David mengungkapkan, pada HGB inilah yang di dalamnya terdapat sejumlah bangunan liar tidak berizin, salah satunya diklaim Rocky Gerung.

“Jika melihat legalitas SC sudah jelas dan lugas dan bisa diuji bahwa SC adalah pemilik yang sah atas bidang tanah tersebut berdasarkan UUPA Nomor 5 Tahun 1960,” paparnya.

“Jadi kami sangat prihatin terhadap apa yang terjadi kepada Bapak Rocky Gerung yang telah memperoleh tanah dari orang yang tidak benar,” kata David.

Comment here