Ekonomi

Basuki Stop Dana APBN Buat Bayar Utang BUMN Karya, Kok Bisa?

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “PSN (Proyek Strategis Nasional) kan perintah Presiden. Jadi, harus dipisahkan antara (dana) restrukturisasi dan program prioritas nasional. Itu pesannya,” ujar Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja seperti dilansir Tempo.co, Kamis (10/8/2023).

Ya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersurat kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar duit proyek dari APBN tidak digunakan untuk membayar utang BUMN Karya di perbankan. Kok bisa? Sebab, Basuki tidak ingin hal tersebut mengganggu PSN atau proyek strategis pemerintah.

Endra menegaskan, dana dari APBN harus dipisahkan dari persoalan restrukturisasi lantaran restrukturisasi tidak ada kaitannya dengan APBN. “APBN kan jelas. Selesai proyeknya langsung kami bayar. Kalau penyebab dari, misal gagal bayar terhadap bunga kredit ataupun kewajiban-kewajiban korporasi karena aksi korprasi itu tidak ada kaitannya dengan APBN,” ungkapnya.

Presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan kata sambutan disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) pada peresmian Hunian Milenial Untuk Indonesia di Samesta Mahata Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Presiden mengapresiasi keberadaan hunian tersebut yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum serta mendorong agar tidak hanya dibangun di Jakarta dan sekitarnya tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang mengalami tingkat kemacetan yang tinggi. (Tempo.co)

Endra menuturkan jika dana proyek dari APBN digunakan untuk memenuhi tanggung jawab BUMN terhadap bank, Kementerian PUPR khawatir PSN tidak jalan. Adapun dana PSN atau proyek strategis itu nilainya hampir Rp118 triliun.

Dalam perkara ini, Endra berharap proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak terganggu. Dengan catatan, kata dia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) satu suara. “Dan itu tugas Menteri BUMN untuk konsolidasi diri. Restrukturisasi jalan, tapi program strategis tidak terganggu,” tuturnya.

Comment here