Hankam

Berharap Panglima TNI dari Angkatan Laut, Connie Rahakundini: Indonesia Segera Menghadapi Perang Laut

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie blak-blakan berharap Presiden Joko Widodo memilih Panglima TNI baru dari Angkatan Laut di tengah makin masifnya kekuatan militer asing di sekitar perairan ASEAN.


“Panglima TNI sudah jelas harus dari Angkatan Laut. Karena kita akan segera berhadapan dengan perang yang berhubungan dengan laut,” ujar Connie dikutip dari Kompas TV, Ahad (19/9/2021).


Connie membeberkan, banyak negara memiliki rencana sendiri menambah kekuatan militer di perairan sekitar Laut Natuna Utara untuk menandingi China.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. (Foto: Dokumen KAB TV)


“Kita jangan cuma konsentrasi dengan China. Coba kita lihat sekarang bagaimana kapal selam Prancis itu sudah lama bolak-balik,” kata Connie.


Salah satu negara yang memiliki kepentingan di sekitar Laut Natuna Utara adalah Amerika Serikat. 
AS telah menandatangani pakta pertahanan dengan Inggris dan Australia serta aliansi bersama India dan Jepang.
“Aliansi Amerika, Australia, dan Inggris ini tidak main-main karena akan mendorong semua langkah-langkah agresif. Dan bekerja samanya ini dari teknologi, militer, dan segala hal karena mereka akan menekankan ke arah regional,” beber Connie.


“Kita betul-betul harus hati-hati karena yang akan dilihat lebih banyak lagi kapal-kapal perang, pasti itu,” imbuhnya.


Connie mengingatkan pula soal teknologi kapal selam nuklir negara lain yang makin canggih dan berbahaya.
“Kapal selam nuklir itu bisa berbulan-bulan digunakan dan itu sangat mematikan dan tidak bisa dideteksi,” ujar Connie.


Dengan kondisi geopolitik di sekitar perairan Indonesia itu, ia menyebut TNI Angkatan Laut sulit melakukan pengamanan dengan anggaran terbatas.”Kemudian, anggaran pertahanan kita dibagi rata antara Mabes, ini tidak mungkin,” kata Connie.


Ia pun mendorong Indonesia kembali berjaya di lautan, seperti di era kepemimpinan Presiden Soekarno.
“Kita harus melakukan revolusi yang hebat semacam Bung Karno di tahun 1960, ketika kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara kita menjadi yang terkuat di bagian selatan dunia,” tegas Connie.


Maka, ia kembali menegaskan, Indonesia membutuhkan Panglima TNI dari Angkatan Laut.
“Sekali lagi dengan menghadapi kawasan yang seperti ini, tanpa melangkahi Presiden Jokowi, dengan segala hormat saya rasa kita memerlukan Panglima TNI dari Angkatan Laut,” ucap Connie.


“Kita enggak akan tahu aliansi mana lagi yang akan mengerahkan kapal-kapal perang semakin masif,” imbuhnya.
Saat ini, Presiden Jokowi belum menyerahkan nama calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Komisi I DPR RI. Presiden masih memiliki waktu memilih hingga 7 Oktober 2021.


Sejauh ini kandidat kuat pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Comment here