Hankam

Biografi Julius Robert Oppenheimer, Penemu Bom Atom

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Pada 22 April 1904, Julius Oppenheimer lahir di New York, Amerika Serikat (AS).

Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai ahli fisika AS sekaligus penemu bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Perang Dunia II.

Dilansir History, bom atom pertamanya diuji coba pada Juli 1945 di New Mexico yang dikenal dengan Trinity Test.

Tapi, selanjutnya adalah penyesalan. Oppenheimer, sang fisikawan, bahkan mendeskripsikan diri sebagai “penghancur dunia”, pasca-temuannya meluluhlantakkan Jepang.

Demikian dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Julius Robert Oppenheimer. (Foto: Kompas.com)

Masa Muda Julius Robert Oppenheimer

Oppenheimer lahir di keluarga berada. Ayahnya adalah importir tekstil dan ibunya seorang pelukis. Ia memiliki saudara laki-laki yang juga seorang ahli fisika, Frank Oppenheimer. Di tahun terakhir sekolahnnya, ia tertarik mendalami ilmu kimia.

Pada usia 18 tahun, ia masuk Universitas Harvard dengan studi mayor kimia. Di universitas ini, mata kuliah tentang termodinamika menarik perhatiannya. Dirinya akhirnya mendalami fisika eksperimental.

Oppenheimer pun diterima di Universitas Cambridge pada 1924. Dia semakin terbenam ke dalam ilmu fisika hingga teman-temannya menyebut Oppenheimer sebagai seseorang yang memiliki kecenderungan untuk merusak diri sendiri.

Waktunya ia habiskan untuk merokok, disambi melakukan kerja dan pemikiran-pemikiran fisika, tanpa makan dan tidur.

Ia kemudian pindah ke Universitas Gottingen, yang merupakan pusat fisika teori termashur di dunia, di bawah bimbingan Max Born.

Ia bertemu teman diskusi sesama fisikawan, antara lain Werner Heisenberg, Pascual Jordan, Wolfgang Pauli, Paul Dirac, Enrico Fermi, dan Edward Teller.

Julius Robert Oppenheimer Bergabung dengan Manhattan Project

Oppenheimer kemudian tergabung dalam Manhattan Project yang mengembangkan proyek bom atom di AS. Ia menjadi salah satu ilmuwan yang berpengaruh dalam terciptanya bom atom bertenaga hebat.

Tim Manhattan Project melakukan riset bom atomnya di Laboratorium Los Alamos yang sebenarnya berfungsi sebagai laboratorium militer. Bom atom para ilmuwan tersebut diuji coba di New Mexico yang dikenal dengan nama Trinity Test.

Setelah melihat bola api hasil ledakan bom buatannya, Oppenheimer tampaknya segera akan menyesali temuannya.

Penyesalan Julius Robert Oppenheimer

Ketika bom atom akhirnya dijatuhkan di Negeri Sakura dan ratusan ribu nyawa melayang, Oppenheimer menyesali temuannya.

Dia menyarankan supaya benda tersebut digunakan untuk tujuan perdamaian. Keputusannya membuat pemerintah mempertanyakan loyalitas Oppenheimer. Jabatannya sebagai penasihat pemerintah bidang pertahanan pun dilepas.

Setelah Perang Dunia II, Oppenheimer tetap aktif dalam bidang fisika dan terpilih menjadi Ketua Komisi Energi Atom AS. Dia tetap menolak dengan keras pengembangan bom hidrogen.

Comment here