Ekonomi

Bioskop Kembali Dibuka, GPBSI Justru Siap Rugi, Ini Alasannya

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menyambut baik adanya kebijakan diizinkannya bioskop beroperasi pada wilayah yang menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua dan tiga. Seluruh bioskop anggota GPBSI juga telah siap mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi sebagai screening untuk semua pengunjung dan pegawai.

“Tentunya kami menyambut baik karena pemerintah memberi kepercayaan kepada kami untuk membuka bioskop lagi. Sebelum kebijakan ini diumumkan, kami juga sudah dimintai pendapatnya oleh pemerintah dan melakukan beberapa persiapan. Prinsipnya, kami sudah siap mengimplementasikan aplikasi PedulLindungi,” kata Ketua GPBSI Djonny Syafruddin dikutip dari Beritasatu.com, Selasa (14/9/2021).

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 telah diatur, untuk pembukaan bioskop di masa PPKM ini, kapasitas penonton maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori “hijau” dalam PeduliLindungi yang diperbolehkan masuk bioskop. Kemudian untuk pengunjung yang berusia kurang dari 12 tahun masih dilarang atau tidak diperkenankan masuk. Pemerintah juga melarang berjualan makanan dan minuman atau makan dan minum di area bioskop.

Ilustrasi protokol kesehatan di bioskop. (Foto: TribunNews)

Terkait masih adanya sejumlah pembatasan ini, GPBSI mengambil sikap menerima dan mengikuti tahapan-tahapan pembukaan yang dibuat pemerintah.

“Kita ikut saja, nanti ‘kan lama-lama dikendurkan. Di awal-awal pembukaan ini, pasti ada kerugian. Tetapi ‘kan memang ada tahapannya. Yang penting kami semua bisa diizinkan beroperasi dulu,” kata Djonny.

Djonny mengungkapkan, sebelum terjadi gelombang kedua Covid-19, bioskop sebetulnya sudah diizinkan beroperasi sekitar 9 bulan mulai Oktober 2020 hingga Juni 2021. Dalam masa tersebut, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di bioskop juga berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi klaster baru Covid-19.

“Jadi sebetulnya sudah ada pengalaman 9 bulan kemarin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kemudian sekarang ditambah lagi dengan aplikasi PeduliLindungi. Menurut saya titik krusialnya di situ,” kata Djonny.

Comment here