Jaga Budaya

Borobudur Hingga TMII Diizinkan Beroperasi Lagi Saat PPKM

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Empat destinasi wisata cagar budaya di bawah pengelolaan PT Taman Wisata Candi (TWC) resmi mendapatkan izin beroperasi di masa pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.

Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. (Foto: Seputar Semarang)

Corporate Secretary PT TWC Emilia Eny Utari menuturkan keempat destinasi wisata cagar budaya tersebut antara lain Candi Prambanan dan Ratu Boko di DI Yogyakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di DKI Jakarta yang mulai dikelola TWC sejak 1 Juli lalu.

Kata Eny, keempat destinasi ini telah mendapat rekomendasi izin beroperasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama 16 lokasi lainnya, Selasa (8/9/2021) lalu.

“Sudah pasti. Kami sudah masuk ke dalam 20 destinasi yang diizinkan Kemenko Marves,” kata Eny dikutip dari CNN Indonesia.com, Rabu (8/9/2021).

Adapun pertimbangan Kemenko Marves untuk pembukaan wisata di bawah naungan TWC ini, kata Eny terkait penurunan level PPKM di daerah-daerah tempat destinasi itu berada.

Selain itu, ke empat lokasi wisata tersebut juga cukup memungkinkan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami masuk dalam destinasi budaya yang bisa buka. Yang belum bisa buka itu ‘kan yang berkaitan dengan air, karena harus buka masker dan sebagainya. Kita pun outdoor,” paparnya.

Ia mengklaim seluruh destinasi wisata di bawah naungan PT TWC telah mengantongi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE).

Meski demikian, ia mengatakan waktu beroperasi empat wisata cagar budaya ini masih menunggu kode QR untuk pemindaian aplikasi PeduliLindungi. Dengan itu, ia berharap nantinya pengunjung yang belum tervaksinasi bisa tersaring memanfaatkan fasilitas ini.

Dibantu Perhimpunan Usaha Taman Rekrekasi Indonesia (Putri), PT TWC telah mengajukan ke Pusat Data dan Informasi guna memperoleh kode QR untuk pemindaian PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan.

Setelahnya, TWC baru akan menyelenggarakan simulasi untuk pemakaian aplikasi PeduliLindungi oleh pengunjung yang turut dimonitor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini ada informasi tentang kode QR sehingga kami bisa mempersiapkan untuk uji coba,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mewajibkan seluruh destinasi wisata di wilayahnya melengkapi diri dengan fasilitas kode QR untuk pemindaian aplikasi PeduliLindungi sebelum beroperasi.

“Wisata harus lewat PediluLindingi, semua masuk mal, rumah makan, semua harus pakai kartu vaksin sama PediluLindingi. Kalau enggak, enggak boleh,” kata Sultan, Selasa (7/9/2021).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sementara mengaku akan memastikan sendiri pelaksanaan uji coba pembukaan Candi Ratu Boko nanti. Pemkab melalui Dinas Pariwisata akan menyiapkan ketentuan tambahan dalam simulasi yang menurutnya dilaksanakan hingga 13 September mendatang itu.

“Untuk implementasi prokes nanti akan diatur sedemikian rupa agar tidak ada kerumunan. Termasuk penggunaan aplikasi peduli lindungi untuk pegawai dan pengunjung akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” kata Kustini, Rabu (8/9/2021).

Kustini mengklaim, pihaknya sudah jauh-jauh hari menyiapkan skenario pembukaan wisata di Bumi Sembada. Pemkab di satu sisi sebelumnya juga telah mengirimkan surat permohonan uji coba 21 tempat wisata, termasuk salah satunya Candi Ratu Boko.

“Baru Candi Boko (yang ditunjuk beroperasi). Ya tidak apa-apa. Yang terpenting ada kelonggaran yang tentunya jika ini sukses, wisata lain juga akan bisa dibuka,” cetusnya.

Dipakai di 4.000 Titik

Terpisah, Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Sosial Devie Rahmawati menuturkan, sampai hari ini tercatat 4.637 lokasi di seluruh Indonesia telah memakai aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat akses keluar-masuk sekaligus upaya skrining kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Ribuan lokasi itu meliputi 100 stasiun kereta api, 254 gedung, 1.349 lokasi perkantoran dan industri, 256 hotel serta pusat perbelanjaan, 960 restoran, dan masih banyak lagi.

“Memang titik-titik layanan tersebut nanti akan diperluas seiring dengan pembukaan secara bertahap untuk 6 sektor prioritas. Yaitu, perdagangan, pariwisata, transportasi, pendidikan, keagamaan, perkantoran dan pabrik,” kata Devie dalam dalam dialog daring Mengenal Lebih Dekat Aplikasi PeduliLindingi yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (8/9/2021).

Adapun aplikasi ini telah diunduh 39 juta kali dan 23 juta kali digunakan masyarakat dalam melakukan aktivitas selama PPKM.

“Ini (PeduliLindungi) juga jadi identitas digital masyarakat untuk masuk keluar tempat-tempat publik agar kemudian mereka bisa dengan mudah dan dinyatakan aman untuk bisa bergabung dengan masyarakat lainnya di tempat-tempat yang mereka tuju,” pungkasnya.

Comment here