Kesehatan

Bullying di Binus Serpong, Pelaku pun Perlu Konseling untuk Cegah Kasus Berulang

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Pelaku perundungan harus mendapatkan tindakan psikologi, layanan konseling. Jadi tidak hanya yang trauma saja, tetapi juga para pelaku juga harus diberikan tindakan psikologi supaya perilakunya tidak berulang,” ucap Andik Matulessy dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (22/2/2024), dilansir dari Kompas.tv.

Ya, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) itu merespons kasus bullying atau perundungan yang diduga dilakukan oleh kelompok bernama Geng Thai di Binus School Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Ilustrasi bulying atau perundungan di Binus Serpong. (Freepik via Kompas.tv)

Andik mengatakan, pendampingan psikologis dan konseling tak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga penting untuk diberikan kepada pelaku. Pemberian layanan psikologis, termasuk konseling, bagi pelaku ini dilakukan untuk mengantisipasi perilaku berulang atau kejadian serupa yang dilakukan oleh pelaku. “Ada kemungkinan dia melakukan tindakan berulang,” ucapnya.

Andik menerangkan, peran penting orangtua dalam melakukan pendampingan terhadap pelaku maupun korban. Ia mengimbau agar orangtua tidak menyalahkan perilaku anak. Orangtua harus turut andil dalam menciptakan ruang yang nyaman di rumah agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Ditanya soal penyebab perundungan, Andik menjelaskan, ada banyak faktor yang membuat seorang remaja tega merundung temannya. Misalnya, remaja yang ingin menunjukkan kekuatannya. Selain itu, kondisi keluarga di rumah yang penuh dengan kekerasan juga dapat memicu remaja untuk melakukan kekerasan di luar lingkungan rumah.

“Jadi bukan hanya masalah sekolahnya saja, tetapi hal-hal di luar sekolah bisa jadi penyebab orang melakukan perundungan. Kalau dia berada di dalam geng, terjadi pengajaran melakukan hal-hal yang negatif, kekerasan, itu menyebabkan dia berperilaku perundungan,” terang Andik.

Dalam konteks pendidikan, lanjutnya, sekolah juga harus memberikan pengajaran yang tidak berpusat pada kognitif, tetapi juga pembelajaran afektif untuk menumbuhkan pemahaman empati kepada siswa.

Sebagai informasi, kasus bullying di Binus School Serpong terkuak usai akun X @BosPurwa menuliskan adanya dugaan perundungan oleh sebuah geng bernama Geng Thai. Perundungan ini terjadi di sebuah warung dekat sekolah atau yang dikenal dengan Warung Ibu Gaul. Anak dari artis VR diduga terlibat dalam perundungan ini.

Perundungan ini dilakukan terhadap anggota baru geng, di mana korban dipaksa memberikan sesuatu yang diminta oleh senior hingga mendapatkan kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, hingga disundut rokok.

Polisi mengatakan bahwa Geng Thai sudah dua kali melakukan perundungan dalam kurun waktu satu bulan, yakni pada 2 dan 13 Februari 2024.

Comment here