Hankam

Cak Imin Desak TNI Hentikan Kebrutalan KKB

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta aparat lainnya segera menghentikan kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) agar tidak memakan korban lebih banyak.

Menurut dia, bila mereka tak segera dihentikan aksinya, dikhawatirkan bakal memakan korban jiwa lebih banyak lagi. “Saya kira sudah waktunya aparat lebih tegas terhadap KKB. Apalagi sekarang mereka sudah berani masuk tempat-tempat fasilitas negara, bahkan Koramil juga diserang,” kata pria yang karib dipanggil Cak Imin ini dalam keterangan tertulis, dikutip dari Kompas TV, Rabu (24/11/2021).

Wakil Ketua DPR itu juga meminta optimalisasi kinerja dan peran Badan Intelijen Negara (BIN) dalam mengusut rentetan kekerasan yang dilakukan KKB. Ia mengingatkan agar BIN tidak masuk terlibat operasi tempur, tapi cukup di ranah intelejen.

“Peran BIN tentu saja harus lebih optimal lagi. Cari siapa dalangnya (KKB), lokasinya di mana, berapa jumlah anggotanya, itu yang harus dipecahkan oleh BIN. Jadi menurut saya BIN jangan masuk ke ranah operasi tempur, seharusnya di ranah intelejen saja dengan melakukan operasi intelejen baik strategis maupun taktis,” ujarnya.

Menurut dia, mengatasi permasalahan di Papua yang melibatkan KKB memerlukan pendekatan khusus. Pertama, pendekatan humanisme di Papua seperti yng diajarkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur harus diperkuat. Sebab, pendekatan ala Gus Dur saat ini cenderung kurang dijalankan dengan baik oleh pemerintah. “Padahal pendekatan ini sangat positif, nilai-nilai humanisme yang diwariskan Gus Dur saya yakin bisa membuat Papua teduh,” kata dia.

Ilustrasi: seorang pelajar tingkat SMA bernama Ali Mom (16) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). (Foto: Puspen Mabes TNI)

Kedua, lanjut dia, pendekatan kesejahteraan. Dia menyatakan, pendekatan kesejahteraan sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara masif, pembangunan sekolah, infrastruktur jalan, jalan tol, sarana komunikasi, fasilitas lainnya dan pasar-pasar.

Ketiga, pendekatan keamanan. Dalam hal ini, ia meminta pemerintah untuk menyususn langkah taktis dan kompilatif antara penegakan hukum dan operasi tempur. “Saya kira pendekatan keamanan ini menjadi tugas Panglima TNI yang baru. Tentu saja berat, tapi semua ini harus dilakukan demi kedamaian di Papua. Apa dan bagaimana strateginya perlu disusun dengan baik, cepat dan terukur,” katanya.

Sebelumnya, Sabtu, 20 November 2021, Komando Rayon Militer (Koramil) Suru-Suru di Kabupaten Yahukimo, Papua diserang KKB dan mengakibatkan seorang prajurit TNI bernama Sertu Ari Baskoro gugur, dan melukai Danramil Suru-Suru Kapten Inf Arviandi.

Comment here