Hankam

Dear Jenderal Gatot, Patung-patung Soeharto di Jateng dan DIY Ini Terawat Baik

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo menyebut patung Presiden kedua RI Soeharto musnah. Ternyata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada patung Soeharto yang masih terawat baik. Dikutip dari detik.com, Ahad (3/10/2021), di antaranya sebagai berikut:

Patung Soeharto di Museum Memorial Soeharto, Bantul. (Foto: detikcom)

1. Rumah dinas Gibran

Di rumah dinas Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Loji Gandrung, patung Soeharto berada di teras. Terdapat enam patung presiden yang telah selesai menjabat, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Patung dibuat setengah badan dengan warna cokelat keemasan. Paling dekat pintu masuk terdapat patung Soekarno dan Megawati. Patung Soeharto berada di sebelah kanan patung Soekarno.

Keberadaan patung ini di Loji Gandrung ialah sejak Walikota Surakarta dijabat FX Hadi Rudyatmo. Patung ini menghiasi Loji Gandrung seiring dengan rencana rumah dinas walikota dijadikan tempat wisata.

“Benar saya yang memerintahkan pembuatan patung-patung semua mantan Presiden RI tersebut, tentu saja termasuk patung Pak Harto. Saya juga yang memerintahkan pemasangannya di teras Loji Gandrung (rumah dinas walikota),” ujar Rudy.

Rudy lalu mengungkapkan alasannya melakukan hal itu. Menurutnya, seluruh anak bangsa harus bersikap objektif dan adil dalam menjaga moral bangsanya. Dengan memasang patung-patung itu, dia berharap seluruh warga tidak melupakan jasa-jasa para pemimpin bangsanya dari masa ke masa.

“Saat itu memang saya menerapkan Loji Gandrung sebagai kawasan terbuka, pagarnya saya perintahkan untuk dihilangkan biar warga tak merasa berjarak. Siapa pun silakan datang dan memasuki serta melihat seluruh isinya, termasuk biar seluruh warga terutama anak-anak bisa mengenal wajah para mantan presidennya keseluruhan,” ujar FX Rudy.

2. Museum memorial Jenderal Besar HM Soeharto Bantul

Lokasi kedua ialah di daerah tempat kelahiran Soeharto, Kabupaten Bantul, DIY. Patung Soeharto itu berukuran sangat besar, bahkan jumlahnya tidak hanya satu.

Pantauan detikcom, patung berukuran besar itu ternyata berada di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Pedukuhan Kemusuk, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Tampak patung tersebut berada di halaman depan museum.

Tak hanya patung besar dengan pose berdiri tegak, di bagian dalam museum tepatnya di bangunan joglo terdapat patung Soeharto melakukan hormat namun hanya setengah badan. Sedangkan di sekitar museum juga terdapat beberapa patung Soeharto berbahan fiber yang menempel di dinding.

Kepala Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho menjelaskan keberadaan patung berukuran besar di halaman depan itu merupakan ikon museum. Menurutnya, patung itu sudah ada sejak peresmian museum beberapa tahun yang lalu.

“Patung itu (di halaman depan) sudah terpasang sejak tahun 2013, itu yang membuat seniman dari Bantul namanya Pak Suhartono,” kata Gatot saat ditemui detikcom di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Jumat (1/10/2021).

3. Monumen Jogja Kembali Sleman

Di Monumen Jogja Kembali (Monjali) di Ngaglik, Sleman, diorama Soeharto ini masih utuh. Patung-patung Soeharto itu ada dalam diorama yang menjadi koleksi Monjali.

Namun, patung Soeharto tidak berdiri sendiri, melainkan bersama tokoh lain. Sebab, setiap diorama menceritakan sebuah peristiwa.

“Jadi di Monjali ini koleksinya milik tokoh-tokoh TNI dan masyarakat di SU (Serangan Umum) 1 Maret 1949 karena saat itu gambaran gotong-royong menyatunya TNI dan rakyat,” kata Manager Operasional Monjali, Nanang Dwi Narto, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (1/10/2021).

“Kalau (koleksi) di Monjali ini kan banyak sekali. Ada Bung Karno, Bung Hatta, Jenderal Soedirman, itu koleksinya juga ada,” tambahnya.

Nanang menceritakan, dari total 10 diorama di Monjali, sosok Pak Harto muncul sebanyak tiga kali dalam berbagai fragmen. Dalam diorama itu, Soeharto masih berpangkat Letnal Kolonel (Letkol).

“(Diorama ini) menarik karena ukurannya seukuran manusia. Nah di Monjali ini ada 10 (diorama), adegan dari peristiwa Belanda menyerbu Maguwoharjo sampai terakhir upacara peringatan kemerdekaan Indonesia,” bebernya.

Comment here