Jaga Budaya

Diadukan ke Bareskrim soal Dugaan Hoaks Intimidasi, Butet Santai Saja

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Nanti sajalah kalau sudah jadi fakta publik. Kita tunggu aja,” kata Butet Kartaredjasa seperti dilansir detik.com, Sabtu (9/12/2023).

Sebelumnya, Komunitas Advokat Lingkar Nusantara (Lisan) mengadukan putra seniman tari Bagong Kussudihardjo itu terkait pernyataan intimidasi. Butet masih enggan berkomentar mengenai pengaduan tersebut, bahkan terkesan santai saja.

Butet menuturkan apa yang dilayangkan advokat Lisan hanya pengaduan. Karena itu, dia menyatakan belum perlu mengemukakan opininya. “Biarkan resmi dilaporkan, dan sudah jadi fakta publik. Baru saya akan beropini,” pungkasnya.

Seniman Butet Kartaredjasa. (detik.com)

Lisan Adukan Butet ke Bareskrim

Sebelumnya, Komunitas Advokat Lingkar Nusantara (Lisan) mengadukan seniman Butet Kartaredjasa terkait pernyataan intimidasi yang disebutkan Butet. Pernyataan itu terkait gelaran pentas teater bertajuk ‘Musuh Bebuyutan’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023).

Wakil Ketua Umum Lisan, Ahmad Fatoni, menilai pengakuan Butet soal ‘intimidasi’ sebelum pertunjukan teater di TIM tersebut merupakan berita bohong (hoaks). Sebab, kata dia, pernyataan itu telah dibantah oleh polisi dan panitia pelaksana.

“Yang bersangkutan menyampaikan adanya intimidasi dari pihak kepolisian dalam hal menggelar pentas seni pada tanggal 1 Desember di TIM. Pernyataan Pak Butet ini sudah diklarifikasi oleh panitia penyelenggara yang dalam hal ini secara langsung mengurus perizinan. Bahwa pihak panitia menyampaikan tidak pernah ada intimidasi dari pihak kepolisian,” kata Fatoni kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2023).

“Selanjutnya juga dari Kadiv Humas Polri juga sudah menyampaikan hal yang sama, tidak ada intimidasi dari pihak kepolisian terhadap acara tersebut, khususnya kepada Pak Butet,” sambungnya.

Menurutnya, pernyataan Butet soal kabar intimidasi tersebut menyesatkan. Terlebih, kata dia, hingga akhir gelaran itu dilaksanakan tak ada permasalahan apa pun. “Sudah jelas menurut kami bahwa hal yang disampaikan Pak Butet tersebut adalah hal yang menyesatkan. Jadi kami menduga ini masuk ke dalam dugaan tindak pidana berita bohong atau hoaks,” jelasnya.

Dugaan Intimidasi

Adapun kabar tentang dugaan intimidasi terkait gelaran pentas teater bertajuk ‘Musuh Bebuyutan’ di TIM, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023). Polri mempersilakan para pihak melaporkan hal itu apabila benar terjadi.

Dalam pementasan itu, seniman Butet Kartaredjasa dan sastrawan Agus Noor turut terlibat. Ketika diwawancarai, Butet menjawab singkat. “Bukan pelarangan, tapi intimidasi,” kata Butet, Selasa (5/12/2023).

Sedangkan Agus Noor melalui laman akun media sosial Instagramnya menyebutkan ada permintaan untuk menandatangani surat pernyataan. Isinya, disebut Agus Noor, agar pementasan itu tidak menyinggung isu politik.

“Pentas Musuh Bebuyutan produksi ke-41 Indonesia Kita. Selepas era Orde Baru, baru kali ini, sebagai penulis dan sutradara, saya merasakan ketegangan menjelang pementasan. Diminta untuk menandatangani surat pernyataan kalau lakon ini tak menyinggung isu politik. Hehe. Lelucon memang kerap mencemaskan kekuasaan. Padahal ini lakon biasa-biasa saja. Kisah sederhana. Kampung yang sedang mempersiapkan pemilihan Lurah Baru,” tulis Agus Noor.

Comment here