Hankam

Dilarang Bawa Atribut Militer, Komcad Harus Kembalikan Senjata dan Seragam

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Presiden Joko Widodo telah menetapkan 3.103 anggota Komponen Cadangan (Komcad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Bandung Barat, Jawa Barat pekan lalu. Ini merupakan gelombang pertama dan seluruhnya matra Angkatan Darat (AD)

Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan, Marsekal Pertama TNI Penny Radjendra menegaskan, atribut dan senjata Komcad hanya digunakan untuk keperluan latihan di lembaga pendidikan. Sehingga, perlengkapan tersebut dikembalikan setelah pelatihan berakhir.

“Ya, benar seluruh atribut dan juga senjata semua dikembalikan,” ujar Penny Radjendra, dalam keterangan, dikutip dari PikiranRakyat.com, Senin (11/10/2021).

Sejumlah anggota Komponen Cadangan (Komcad) menyalami para pelatih Rindam XII/Tanjungpura di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 11 Oktober 2021.Sebanyak 112 anggota Komcad dari wilayah Kalbar kembali ke Pontianak dengan menggunakan KM Awu, setelah menjalani latihan pembulatan selama 15 hari di Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Pikiran-rakyat)

Pernyataan senada disampaikan Kabag Pemberitaan Biro Humas Setjen Kemhan, Kol Arm Joko Riyanto. Ia mengatakan Komcad kembali menjadi warga negara sesuai profesi masing-masing saat masa tidak aktif sehingga tidak diperkenankan membawa atribut kemiliteran.

Komcad dapat kembali menggunakan peralatan dan perlengkapannya saat masa aktif baik saat latihan penyegaran yang diselenggarakan setahun sekali di lembaga pendidikan, atau saat mobilisasi yang dilakukan oleh Presiden dengan persetujuan DPR, dan di bawah komando Panglima TNI ketika negara dalam keadaan darurat militer untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan TNI.

“Pada masa tidak aktif, Komcad kembali ke profesi semula. Yang karyawan kembali bekerja, yang mahasiswa kembali ke kampus dan tentu tidak memakai atribut tertentu,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menetapkan 3.103 anggota Komcad. Mereka sebelumnya mendaftar secara sukarela pada 17-31 Mei 2021, mengikuti seleksi 1-17 Juni 2021, pelatihan dasar kemiliteran 21 Juni-18 September 2021.

Pelatihan selama tiga bulan berlangsung di enam titik, yakni Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya 500 orang, Rindam III/Siliwangi 500 orang, Rindam IV/Diponegoro 500 orang, Rindam V/Brawijaya 500 orang, Rindam XII/Tanjungpura 499 orang, dan Universitas Pertahanan (Unhan) 604 orang.

Merujuk Pasal 43 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN), masa pengabdian Komcad terdiri dari masa aktif dan masa tidak aktif. Masa aktif, sesuai Pasal 44, merupakan masa pengabdian Komcad saat mengikuti pelatihan penyegaran dan/atau ketika mobilisasi oleh Presiden dengan persetujuan DPR, dan di bawah komando Panglima TNI.

Saat tidak dimobilisasi, Komcad adalah warga negara biasa dengan profesinya masing-masing, misalnya Aparatur Sipil Negara (ASN), buruh, mahasiswa, wiraswasta, dan lain sebagainya. Masa pengabdian Komcad, berdasarkan Pasal 47 UU tersebut, berlangsung hingga usia 48 tahun.

Menurut Pasal 68 Peraturan Pemerintah (PP) No 3/2021, perlengkapan perseorangan Komcad wajib disimpan di kesatuan. Senjata dan perlengkapannya juga disimpan di gudang senjata di kesatuan.

Comment here