Ekonomi

Dorong Independensi Serikat Karyawan Malah Dipolisikan, Ini Kata Dirut Garuda

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Rabu (20/12/2023), dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri oleh Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) mengenai dugaan tindak pidana kejahatan terkait penghentian pemotongan iuran keanggotaan Sekarga dari gaji karyawan. Sebagai anggota masyarakat yang taat asas, Irfan Setiaputra memastikan pihaknya berkomitmen untuk memenuhi proses klarifikasi kepada penegak hukum terkait laporan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: Kompas.com)

Irfan mengungkapkan pihaknya sangat menyayangkan informasi tersebut disebarluaskan dan masuk ke ranah publik. “Kebijakan penghentian pemotongan iuran keanggotaan dari gaji karyawan tersebut merupakan upaya perusahaan mendorong independensi Serikat Karyawan agar lebih mandiri dalam mengelola iuran keanggotaannya, termasuk guna menjaga aspek akuntabilitas dan kredibilitasnya terhadap seluruh anggotanya,” kata Irfan Setiaputra dalam rilisnya, Rabu (20/12/2023).

Menurut Irfan, penghentian bantuan pemotongan iuran keanggotaan Sekarga tersebut diharapkan dapat meminimalisir potensi terjadinya perselisihan atas pembebanan langsung iuran keanggotaan serikat dari gaji karyawan. “Tidak ada kepentingan bagi perusahaan untuk mengintervensi pengelolaan kepengurusan serikat, termasuk terkait keanggotaan karyawan pada Sekarga,” jelasnya.

Dengan kebijakan itu, kata Irfan. diharapkan anggota dapat melakukan pembayaran iuran secara langsung, yang tentunya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat oleh setiap anggota serikat. “Perusahaan menaruh perhatian serius terhadap upaya menjaga hubungan industrial yang kuat bersama Serikat Pekerja. Komitmen ini yang juga terus kami jaga selama proses restrukturisasi beberapa waktu lalu guna memastikan kepentingan karyawan dapat terus dikedepankan,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekarga melalui ketua umumnya, Dwi Yulianta, yang diwakili oleh kuasa hukum mereka, Fikri Lubis dan Tomy Tampatty melaporkan Dirut PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra ke Bareskrim Polri. Tuduhannya adalah dugaan tindak pidana kejahatan terkait penghentian pemotongan iuran keanggotaan Sekarga dari gaji karyawan yang dilakukan manajemen Garuda per 27 November 2023.

Namun, Irfan pun siap meladeni aksi pelaporan itu. “Sebagai anggota masyarakat yang taat asas, saya memastikan berkomitmen untuk memenuhi proses klarifikasi kepada penegak hukum,” tegasnya.

Comment here