Kesehatan

Fakta-fakta Vaksin Covid-19 yang Dipakai di Indonesia

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin virus corona (Covid-19) asal Rusia, Sputnik-V, Selasa (24/8/2021). Saat ini, setidaknya ada tujuh vaksin yang dipakai di Indonesia untuk mengatasi Covid-19.

Vaksin terbaru yang mendapatkan izin penerbitan EUA itu telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) terhadap data mutu vaksin yang mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin Covid-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6 persen, dengan rentang confidence interval 85,6-95,2 persen,” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (26/8/2021).

Vaksin Covid-19. (Foto: liputan6.com)


Vaksin Sputnik-V

Vaksin Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin Sputnik-V sejauh ini hanya menyasar warga berusia 18 tahun ke atas. Vaksin diberikan secara injeksi intramuskular dengan dosis 0,5 mL untuk dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga pekan.

Vaksin Sinovac

BPOM menerbitkan EUA untuk vaksin Sinovac pada 11 Januari 2021. Mereka menyatakan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin ini terhadap virus corona mencapai 65,3 persen.

Kemudian, tidak lama setelah Sinovac, PT Bio Farma membuat vaksin CoronaVac yang bahan bakunya berasal dari Sinovac. Saat menerbitkan EUA untuk CoronaVac, BPOM tidak menyebutkan secara detail tingkat efikasi vaksin tersebut.

Namun, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan vaksin CoronaVac memiliki kandungan dan profil khasiat keamanannya sama dengan vaksin CoronaVac yang diproduksi Sinovac Beijing, China.

Vaksin AstraZeneca-Oxford University

BPOM menerbitkan EUA untuk vaksin AstraZeneca yang diteliti bersama Oxford University pada 9 Maret 2021.

Berdasarkan keterangan BPOM, efikasi vaksin dengan 2 dosis standar, menunjukkan efikasi sebesar 62,10 persen, terhitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan.

Vaksin Sinopharm

Vaksin berikutnya yang telah tersedia di Tanah Air adalah Sinopharm yang merupakan produksi dari perusahaan asal Beijing, Bio-Institute Biological Products Co., yang merupakan salah satu anak perusahaan dari China National Biotec Group (CNBG).

Dari keterangan BPOM, dari hasil studi klinis fase 3 yang dilakukan terhadap lebih dari 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78,02 persen. BPOM telah menerbitkan EUA untuk Sinopharm pada 30 April 2021.

Vaksin Moderna

BPOM menerbitkan EUA untuk vaksin Moderna pada 2 Juli 2021. Vaksin Moderna merupakan vaksin yang dikembangkan dengan platform mRNA. Vaksin ini diberikan secara injeksi intramuskular, dosis 0,5 ml dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu satu bulan.

Efikasi Moderna sebesar 94,1 persen pada kelompok usia 18 hingga di bawah 65 tahun dan 86,4 persen pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Hasil tersebut diperoleh melalui pengamatan mulai hari ke-14 setelah penyuntikan kedua.Vaksin Moderna merupakan vaksin yang dikembangkan dengan platform mRNA. Vaksin ini diberikan secara injeksi intramuskular, dosis 0,5 ml dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu satu bulan.

Comment here