Hankam

Faldo Maldini Ungkap Alasan Surpres Calon Panglima TNI Belum Dikirim ke DPR

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Sampai saat ini memang Surpres terkait penyelenggaraan fit and proper test belum ke DPR. Jadi bersabar saja, pasti segera dikirim,” ujar Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini, dikutip dari Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Faldo mengatakan, hingga kini Surat Presiden (Surpres) tentang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI belum dikirim ke DPR RI.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo masih mencari sosok terbaik pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang segera memasuki masa pension, November nanti. “Yang jelas, tidak mungkin posisi Panglima kosong ketika Marsekal Hadi Tjahjanto memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Faldo mengatakan, sosok Panglima TNI yang baru diharapkan adalah prajurit terbaik dari berbagai aspek. Karena bukan hanya soal kualifikasi personal, tapi Panglima TNI saat ini juga punya sederet tantangan berat.

“Bagaimana bahu-membahu dengan rakyat untuk melewati pandemi, pengembangan personel baik dari segi kualitas SDM ataupun karier, pengembangan alutsista, dan harmonisasi tata kelola di tubuh tiga matra,” jelas Faldo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: molbengkulu.id)

“Oleh karena itu, waktu yang tersisa benar-benar dimanfaatkan untuk mencari sosok terbaik. Ini sangat menentukan. Kita tunggu saja ya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad beraharap Surpres terkait calon Panglima TNI bisa sampai di DPR sebalum masa reses 7 Oktober 2021.

Pasalnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengungkapkan, uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test tak bisa diadakan saat reses.

“Jadi maksud saya, Presiden tentunya sudah menghitung kapan memasukkan surat sehubungan dengan agenda DPR yang reses tanggal 7 Oktober dan masuknya 7 November. Saya pikir, beliau sudah menghitung,” jelasnya.

Dasco menjelaskan proses fit and proper test terhadap calon Panglima TNI juga tergantung jumlah nama calon yang diserahkan Presiden. Menurut dia, proses tersebut akan lebih cepat apabila nama yang diserahkan hanya satu orang.

“Ya biasa ‘kan memang kalau namanya cuma satu, itu kan enggak terlalu lama, cukup 2-3 hari. Kecuali namanya lebih dari 2,” tutur dia.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtanto akan memasuki masa pensiun pada 8 November 2021.

Comment here