Ekonomi

Ganjar: Penegakan Hukum Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Kita tahu ini barang tidak mudah, ini sesuatu yang mesti kita siapkan serius, maka tadi saya minta bantuan Apindo,” kata calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo usai menghadiri dialog Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023), seperti dilansir Tempo.co.

Ya, capres yang diusung PDIP dan PPP itu mengatakan dirinya menerima masukan dari Apindo guna mewujudkan target pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Masukan tersebut adalah penegakan hukum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebab pertumbuhan ekonomi membutuhkan kepastian hukum.

Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, usai acara Dialog Roadmap Perekonomian Apindo bersama capres RI 2024-2029 di Menara Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023). (Tempo.co)

Ganjar menjelaskan masukan yang disampaikan oleh Apindo adalah membereskan permasalahan penegakan hukum di Indonesia. “Yang muncul dari kawan-kawan Apindo adalah tolong dong kami juga mau bekerja, tetapi bereskan itu soal penegakan hukum,” kata pasangan dari cawapres Mahfud Md tersebut.

Menurut Ganjar, jika hukum bisa benar-benar tegak maka Indonesia bisa mencontoh beberapa negara yang menerapkan tata kelola pemerintahan dengan baik. Salah satunya adalah Singapura. “Artinya kalau penegakan hukum itu bisa tegak setegaknya, terus kemudian layanan pemerintahannya bisa sangat baik, integritas aparaturnya bagus, maka kita bisa mencontoh beberapa negara yang memang mereka benar-benar good governance-nya bisa berjalan dengan baik. Singapura contohnya,” ujarnya.

Ganjar mengatakan jika seluruh aspek good governance telah berjalan dengan baik maka investasi semakin banyak dan pertumbuhan ekonomi semakin baik. “Kemudian banyak orang mau berinvestasi dan sebagainya sehingga pertumbuhan ekonomi bisa cukup bagus. Ini yang menjadi masukan hari ini dari Apindo,” papar mantan Gubernur Jawa Tengah ini.

Ganjar juga menegaskan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen ditargetkan oleh dirinya bersama Mahfud agar Indonesia dapat lepas dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle-income trap.

Comment here