Jaga Budaya

“Gebyar Senja Berpuisi” di Taman Ismail Marzuki: Perluas Hingga ke SD!

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Desember memang belum usai. Masih tersisa 22 hari lagi. Ini adalah momentum yang tepat untuk ancang-ancang menyongsong 2024. “Gerakan literasi, dalam hal ini gerakan sastra, harus terus diperluas. Bukan hanya untuk kalangan remaja dan mahasiswa, melainkan juga harus menyasar hingga ke tingkat Sekolah Dasar (SD),” ujar Firmansyah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

Firmansyah menilai, minat remaja dan mahasiswa terhadap sastra di DKI Jakarta terus meningkat. Kesadaran mereka terhadap literasi terus tumbuh. Itu, katanya, terpantau dari demografi pengunjung Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Suasana “Gebyar Senja Berpuisi” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. (Foto: Lasman Simanjuntak)

Sabtu sore itu, para pegiat sastra sedang menggelar “Gebyar Senja Berpuisi” di selasar Gedung Ali Sadikin. Sejumlah deklamator membacakan berbagai puisi. Ada juga musikalisasi puisi. Bahkan ada pula tari-tarian. Ada yang tampil secara perorangan. Ada pula yang tampil secara kelompok.

Gebyar Senja Berpuisi berlangsung semarak, melibatkan banyak pelaku seni. Nah, kepada merekalah Firmansyah berpesan agar gerakan sastra yang selama ini sudah solid di TIM diperluas jangkauannya hingga ke tingkat SD, baik melalui sekolah-sekolah maupun komunitas.

Dengan kata lain, Firmansyah selaku Kepala Dispusip DKI Jakarta mendorong agar pelaku seni yang selama ini aktif di TIM juga aktif menebarkan kecintaan pada sastra ke kalangan yang berada di luar kawasan TIM. Misalnya, memberi pelatihan penulisan karya sastra serta pelatihan pembacaan puisi ke kampus dan sekolah.

Intinya, Firmansyah berharap para pelaku seni tersebut merangkul pihak-pihak di luar TIM untuk bersama-sama meminati sekaligus mencintai seni, khususnya sastra. Ia menilai, hal tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan level literasi anak-anak bangsa, khususnya warga DKI Jakarta.

Adapun pihak-pihak yang men-support (mendukung) Gebyar Senja Berpuisi bukan hanya Firmansyah, melainkan juga Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PDS HB Jassin. Firmansyah dan Diki Lukman selama ini memang merupakan dua sosok lokomotif literasi yang dengan bahu-membahu menggerakkan literasi di DKI Jakarta.

Interaksi kedua sosok tersebut dengan para pegiat literasi, dalam hal ini pegiat sastra, sangat intens. Aula PDS HB Jassin di Lantai 4 Gedung Ali Sadikin nyaris tanpa henti mewadahi beragam aktivitas sastra. Demikian juga dengan Ruang Serbaguna di Lantai 5. Termasuk area selasar, yang pada Sabtu itu digunakan.

“Manfaatkanlah seluruh bagian di kawasan TIM ini untuk aktivitas literasi. Meningkatkan literasi anak-anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tandas Firmansyah.

Kontributor: Isson Khairul dan Lasman Simanjuntak

Comment here