Opini

Gen Z dan Lingkaran Setan “Life Balance”

Oleh: Febian Hitoyo

Jakarta, KABNews.id – “Bagaimana cara mendapatkan satu miliar di usia 19 tahun?” Begitu kira-kira salah satu judul artikel atau topik yang sekarang ini banyak digandrungi kalangan Generasi Z atau yang biasa kita sebut Gen Z. Mungkin lima atau 10 tahun lalu, tidak pernah terpikirkan di kepala kita bagaimana bisa anak usia 18 atau 19 tahun bisa menghasilkan satu miliar dengan cepat. Tapi sekarang cukup banyak anak dengan usia Gen Z bisa menghasilkan uang satu miliar bahkan lebih.

Bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Apakah betul Gen Z adalah generasi yang paling materialistis? Sebelum membahas ini, mari kita definisikan dulu apa arti Gen Z. Dalam teori generasi yang dikemukakan oleh Graeme Codrington dan Sue Grant Marshal, Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997 – 2012. Artinya saat ini Gen Z adalah mereka yang berusia 11 – 26 tahun.

Banyak yang menyamakan Gen Z dengan Milenial, namun ternyata ada perbedaan yang cukup besar antara keduanya. Pengkaji kultur anak muda, Gregg Witt dan Derek Baird menekankan perbedaan Gen Z dengan Milenial melalui sebuah riset yang berjudul The Gen Z Frequency. Di situ ditulis bahwa Gen Z memiliki keresahan yang berbeda dengan Milenial. Dikemukakan bahwa Gen Z cenderung menunda berbagai tanggung jawab serta peran dari orang dewasa melebihi Milenial.

Ilustrasi. (detik.com)

Sebuah kajian juga dilakukan oleh Mclean, majalah dari Kanada dengan judul In Defence of Generation Z. Dikatakan bahwa Gen Z tidak lagi percaya dengan ungkapan time is money maupun hustle culture atau kultur kerja keras, tetapi lebih mementingkan life balance (keseimbangan hidup) sebagai jalan menuju kebahagiaan.

Yang terpenting bagi Gen Z adalah kedamaian, ketenangan jiwa, serta kesejahteraan mental, melebihi kesuksesan di bidang akademis maupun kerja. Tidak heran sekarang ini mulai populer ungkapan “healing” di kalangan Gen Z.

Ketika kita mendengar kata Milenial, maka mungkin yang terlintas di kepala kita adalah tokoh seperti Mark Zuckerberg. Hari ini, siapa yang tidak kenal dengan Mark Zuckerberg. Pendiri Facebook dan satu-satunya generasi milenial yang menempati Top 10 orang terkaya di dunia. Menurut saya bisa dibilang dialah yang membuka jalan bagi Gen Z pada era informasi dan internet seperti sekarang ini.

Gen Z adalah individu yang lahir pada era internet, yaitu tahun 1997 – 2012. Yang menarik, Gen Z adalah generasi pertama di muka bumi ini yang hidupnya setiap hari dikelilingi oleh media sosial, informasi yang tidak terbatas, secara konstan.

Berbeda dengan kaum milenial yang pada masa kecilnya masih merasakan telepon umum, walkman, dan CD player, cara Gen Z menggunakan teknologi jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Gen Z menggunakan smartphone hampir di seluruh aktivitasnya. Baik itu mendengarkan musik, membeli barang, memesan makanan, belajar, kuliah, dan meng-update informasi terkini. Apalagi adanya pandemi Covid-19 membuat teknologi ini semakin cepat dan tidak terbatas.

Mendominasi Bisnis dan Finansial

Kemampuan Gen Z menyerap informasi ini yang membuat dunia tidak lagi sama seperti dulu. Setiap hari Gen Z membaca informasi mengenai politik, ekonomi, sosial melalui media sosial. Hal ini mengubah arah ekonomi dunia. Secara demografi, Gen Z adalah konsumen terbesar sepanjang sejarah. Menurut statistik, 27% dari populasi global didominasi oleh Gen Z dengan kekuatan spending yang luar biasa.

Dikutip dari Business Insider pada 2022, spending power dari Gen Z diperkirakan mencapai 360 miliar AS. Di dunia bisnis hal inilah yang dilihat oleh brand-brand dunia maupun lokal. Gen Z menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan untuk digarap. Sehingga muncullah banyak influencer untuk menarik konsumen dari kalangan Gen Z. Hari ini rasanya tidak ada brand besar yang tidak menggunakan jasa influencer, bahkan sulit sekali bagi suatu brand untuk berkembang tanpa bantuan influencer.

Di dunia finansial, banyak anak muda sekarang terutama Gen Z jago sekali soal keuangan dan investasi. Semakin banyak dari kalangan Gen Z yang melek secara finansial. Muncullah para influencer dari kalangan Gen Z yang membagikan kisah sukses mereka. Sekuritas pun melihat peluang ini. Dulu untuk berinvestasi saham, seseorang harus minimal mendeposit dananya sebesar 10 – 20 juta. Tapi sekarang dengan 100 ribu saja kita bisa berinvestasi di sekuritas. Siapa lagi sasarannya kalau bukan Gen Z?

Data di KSEI pada Oktober 2022 menunjukkan demografi pasar modal Indonesia didominasi oleh Gen Z yaitu sebanyak 59% investor. Karena itu banyak dari Gen Z yang punya banyak akses terhadap informasi ini mengadu nasib di pasar modal. Banyak dari mereka yang menjadi sukses dalam waktu yang relatif singkat dan cepat. Gen Z punya kelebihan yaitu berani mengambil risiko tinggi, akses pada informasi, dan kepiawaian dalam menggunakan teknologi.

Karena bagi Gen Z yang terpenting adalah kedamaian, ketenangan jiwa, dan kesejahteraan mental, sebagian besar dari mereka sangat mendambakan kebebasan finansial, sehingga perilaku mereka pun dimotivasi oleh hal-hal tersebut. Finansial menjadi concern yang sangat penting bagi Gen Z. Survei dari Bank of America mengatakan bahwa di balik keinginan mereka untuk memiliki barang mewah, mobil mewah, ternyata 75% dari mereka hanya menginginkan ketenangan finansial.

Seperti pisau bermata dua, ada juga survei dari Guardian yang menyatakan 67% Gen Z menaruh aspek finansial menjadi sumber utama kekhawatiran mereka. Media sosial juga mengambil peranan penting dalam hal ini. Dikutip dari Bankrate, 47% Gen Z merasa buruk dengan keadaan finansialnya setelah menghabiskan waktu di media sosial. Terkadang sosial media mendistorsi kenyataan karena di media sosial orang-orang hanya tampil dengan penampilan terbaik mereka, bahkan sedikit tidak realistis.

Seperti lingkaran setan, karena dimotivasi oleh ketenangan dan kedamaian, banyak Gen Z yang akhirnya juga menghabiskan uangnya untuk kebahagiaan atau bisa disebut dengan istilah “healing”. Media sosial juga “memaksa” untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mampu untuk dibeli. Materialistis, terlalu percaya diri terkadang melabeli para Gen Z. Tapi akhirnya kita tahu, ketenangan, kedamaian, kesejahteraan mentallah yang memotivasi Gen Z.

Dikutip dari detik.com, Jumat 18 Agustus 2023.

Comment here