Kesehatan

Ginandjar Kartasasmita: Dunia Akui Penanganan Covid-19 di RI Efektif

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id– Dunia mengakui penanganan pandemi Covid-19 berikut dampaknya yang dilakukan pemerintah Indonesia termasuk salah satu yang paling efektif di dunia. Hal itu tercermin dari sejumlah indikator penyebaran Covid yang terkendali hanya dalam tempo kurang dari 3 bulan. Di sisi lain, pemerintah Indonesia mampu mengatasi dampak pandemi terhadap sektor kehidupan lain, salah satunya kinerja perekonomian yang mulai membaik sepanjang tahun ini.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) era Orde Baru, Ginandjar Kartasasmita kepada Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation, Sabtu (9/10/2021). Di BUMN milik negeri Sakura itu, Ginandjar duduk sebagai salah satu advisor.

Ginandjar mengungkapkan, sejumlah lembaga internasional, seperti Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), serta lembaga independen seperti John Hopkins University, menilai penanganan Covid-19 di Indonesia tergolong salah satu yang paling efektif di dunia.

Ginandjar Kartasasmita saat menjadi pembicara dalam seminar internasional dengan tema “Future Outlook of Smart Infrastructure di Tokyo, Jepang. (Foto: Beritasatu.com)

“Jumlah kasus harian menurun drastis, dari puncaknya sekitar 50.000 kasus per hari pada Juli lalu, menjadi di kisaran 1.000 kasus per hari pada Oktober ini. Demikian pula kasus kematian akibat Covid dari lebih 2.000 kematian per hari, menjadi kurang dari 100 kematian per hari pada periode yang sama,” jelasnya seperti dilansir BeritaSatu.com, Sabtu (9/10/2021).

Salah satu kunci menurunnya indikator penyebaran Covid-19, menurut Ginandjar, adalah upaya vaksinasi yang secara agresif digencarkan Pemerintah RI dengan melibatkan banyak pihak. “Vaksinasi terbukti mampu menurunkan jumlah kasus aktif dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Ginandjar yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini.

Dengan jumlah penduduk yang telah menerima vaksinasi sebanyak sekitar 137 juta orang, menjadikan Indonesia negara keenam di dunia dengan jumlah vaksinasi terbanyak. “Jumlah orang yang divaksinasi di Indonesia yang sekitar 137 juta orang itu lebih banyak dibandingkan jumlah gabungan vaksinasi di Jerman dan Turki,” katanya.

Dengan berbagai upaya pengendalian yang telah menunjukkan hasil tersebut, dia menambahkan, pemerintah Indonesia kini telah menyiapkan strategi nasional transformasi dari pandemi menjadi endemi. Hal itu antara lain tercermin dari sejumlah pelonggaran kembali aktivitas publik, terutama kegiatan ekonomi.

Pemulihan Ekonomi

Pada saat yang sama, lanjut Ginandjar, upaya pemerintah Indonesia mengatasi dampak pandemi yang telah berlangsung sekitar 18 bulan juga menunjukkan hasil yang baik, terutama di bidang ekonomi. Pada tahun ini, Indonesia diperkirakan akan mampu kembali tumbuh positif, dengan prediksi di kisaran 3,7-4,5%. Tahun sebelumnya, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,1%.

“Diprediksi, tahun 2022 perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,2%. Ini mendekati tingkat pertumbuhan pada 2019, atau periode sebelum pandemi. Berdasarkan sejumlah laporan, langkah pemerintah Indonesia mengatasi pandemi Covid-19 telah mampu mendorong pemulihan ekonomi,” ujar Wakil Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.

Diungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2021 yang mencapai 7,07%, merupakan tingkat pertumbuhan triwulanan tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Level pertumbuhan yang sama terjadi pada kuartal keempat 2004, yakni 7,16%.

“Kemampuan Indonesia untuk mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tengah pandemi, antara lain didorong oleh konsumsi pemerintah, ekspor-impor, serta konsumsi rumah tangga dan investasi,” tandas Ginandjar.

Comment here