Jaga Budaya

Glodok Akan Ditata Jadi Wisata Sejarah Pecinan

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana menata kawasan Glodok menjadi lokasi wisata sejarah Pecinan. “Artinya ini menjadi kawasan sejarah. Konsepnya adalah konsep kembali ke zaman dulu di mana itu menjadi pusat bisnis dan wisata sejarah,” kata Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid seperti dikutip dari┬ádetik.com, Rabu (29/9/2021).

Iqbal mengatakan perlu menata kawasan tersebut untuk membuat kawasan Glodok menjadi indah sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.

Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Ciktata) Jakbar sudah menyusun konsep penataan lokasi tersebut. Berbagai perbaikan fisik pun sudah dicanangkan, salah satunya perbaikan trotoar dan pembangunan beberapa fasilitas umum.

Glodok saat Imlek 2021 lalu. (Foto: detikTravel)

Iqbal mengatakan beberapa tokoh agama juga sudah menyosialisasikan konsep baru tersebut kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Glodok. “Ada beberapa masukan dari mereka yang kita akomodir dalam desain,” jelas Iqbal.

Nantinya, pihaknya akan mengajukan dana yang dibutuhkan untuk penataan wilayah ke Provinsi DKI Jakarta. Jika disetujui, dia memastikan pengerjaan fisik akan dimulai pada 2021 ini. “Kita harapkan pembangunan bisa dilakukan secepatnya,” jelas Iqbal.

Sebelumnya, Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Jakbar Imron mengatakan tengah memfokuskan penataan di lima wilayah, salah satunya kawasan Glodok. “Memang ada lima wilayah yang jadi fokus penataan kita,” kata Imron.

Lima fasilitas umum itu ialah Sentra Primer Barat, Taman Sentra Flora dan Fauna Semanan, Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias (SPPIH) Slipi, Kota Tua dan Pecinan Glodok.

Ia menjelaskan kelima wilayah tersebut sudah menjadi prioritas penataan sejak 2020 hingga 2021 tetapi tertunda eksekusinya karena pandemi Covid-19. Penataan yang akan dilakukan di wilayah itu terdiri dari perbaikan trotoar, peremajaan bangunan yang sudah rusak, hingga perbaikan saluran air.

Saat ditanya berapa dana yang disiapkan untuk penataan lima wilayah tersebut, Imron belum bisa menjelaskan dengan detail. Imron berharap pandemi Covid-19 bisa mereda sehingga anggaran pembenahan lima lokasi tersebut bisa dialokasikan pada 2022.

Comment here