Jaga Budaya

Hari Guru Nasional 2021: Mengenal Sosok Sartono Pencipta Lagu Hymne Guru

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Lagu ‘Hymne Guru’ sering kali diputar dan dinyanyikan saat upacara peringatan Hari Guru Nasional. Hari Guru Nasional 2021 diperingati setiap 25 November. Peringatan Hari Guru bertujuan untuk mengenang dan menghormati jasa para guru di Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengenal dan mengenak sosok pencipta Hymne Guru yang lagunya masih sering diputar hingga sekarang, seperti dikutip dari Kompas TV, Selasa (23/11/2021) berikut ini.

Lirik Lagu Hymne Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti t’rima kasihku ‘tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia

Sosok Sartono, pencipta lagu ‘Hymne Guru’

Sartono merupakan seorang warga Madiun, Jawa Timur, yang lahir pada 29 Mei 1936. Ia merupakan seorang mantan guru musik di SMP Katolik Santo Bernardus, Kota Madiun, Jawa Timur.

Saat itu, tak ada yang menyangka, lagu “Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yang ia ciptakan pada tahun 1980-an akan dikenang di seluruh Indonesia. Bahkan, ‘Hymne Guru’ menjadi lagu wajib yang dinyanyikan di sekolah-sekolah sejak tingkat SD hingga SMA di Indonesia.

Proses Sartono Menciptakan ‘Hymne Guru’

Sartono tinggal di rumahnya yang sederhana di Jalan Halmahera Nomor 98 Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Ia tinggal bersama istrinya tercinta, Damiyati, yang juga pensiunan guru SD setempat dan tidak memiliki keturunan.

Saat mempelajari musik, Sartono melakukannya dengan cara otodidak, bukan dengan mengenyam pendidikan formal tentang musik. Kendati demikian, pada 1978, Sartono merupakan satu-satunya guru musik yang bisa membaca not balok se-Madiun.

Sartono saat itu tidak memiliki alat musik yang lengkap. Namun, keterbatasan itu bukan menjadi penghalang. Ia menciptakan lagu ‘Hymne Guru’ awalnya dengan bersiul dan mencatat nadanya dalam sebuah tulisan kertas.

Meski gaji menjadi guru tak seberapa saat itu, namun kecintaan Sartono kepada musik membuatnya terus menciptakan lagu. Hingga pada 1980, pada Hari Pendidikan Nasional, Sartono mengikuti lomba menciptakan lagu tentang pendidikan. Alhasil, lagu ‘Hymne Guru’ berhasil keluar sebagai pemenang, mengalahkan ratusan peserta lainnya. Sebagai hadiah, Sartono sempat dikirim ke Jepang untuk studi banding bersama guru teladan lainnya.

Sartono meninggal dunia pada 1 November 2015 di Rumah Sakit Umum Kota Madiun karena penyakit komplikasi.

Penghargaan Sartono

Penghargaan didapat Sartono dari Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin dan Direktur Jenderal Pendidikan Soedardji Darmodihardjo untuk jasanya dalam menciptakan lagu ‘Hymne Guru’. 

Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011 dan Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Sartono menerima penghargaan ITS bidang Seni dan Budaya untuk jasanya sebagai pencipta lagu Hymne Guru.

Sartono pernah diminta khusus oleh TNI Angkatan Darat ke Aceh pascabencana tsunami pada 2004 untuk menghibur dan memberi semangat para guru di Aceh.

Comment here