Kesehatan

Ini 7 Fakta Bullying Fisik Secara Brutal Siswa SMP Cilacap yang Viral, Apa Saja?

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Menggegerkan. Aksi bullying atau perundungan dan penganiayaan siswa SMP terjadi di Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), dan kemudian viral di media sosial (medsos). Dua siswa terduga pelaku dan tiga saksi telah diamankan. Kini kasus tersebut tengah diproses hukum peradilan anak.
Adapun kondisi siswa yang menjadi korban saat ini masih mengalami sakit dan mendapat luka memar di badan. Berikut sederet fakta terkini terkait kasus perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cilacap seperti dilansir detik.com, Kamis (28/9/2023):

Tangkapan layar video viral aksi perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. (detik.com)

1) Video Penganiayaan Siswa SMP Viral
Video berdurasi 4 menit 14 detik memperlihatkan aksi perundungan dan penganiayaan siswa SMP dengan seragam sama. Aksi tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

Dalam video yang beredar viral di medsos tersebut, terdapat beberapa anak-anak yang sedang berkumpul. Namun penganiayaan dan perundungan dilakukan oleh satu orang siswa yang menggunakan topi.

Pelaku nampak menganiaya korban berkali-kali hingga tersungkur. Bahkan teman-temannya yang akan memisahkan mendapat ancaman oleh pelaku agar tidak ikut campur dengan menggunakan bahasa Sunda.

Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntar Arif Setyoko membenarkan kejadian tersebut berada di wilayahya. Di Cimanggu, Cilacap.

“Cimanggu,” kata Guntar melalui pesan tertulis, Rabu (27/9/2023), menjawab pertanyaan di mana wilayah kejadian penganiayaan itu, dilansir detikJateng.

2) Dua Pelaku dan Tiga Saksi Diamankan
Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto, mengatakan telah memeriksa lima siswa. Dari lima siswa tersebut, polisi menetapkan dua orang siswa terduga pelaku dan tiga siswa lainnya sebagai saksi.

Dua siswa pelaku perundungan dan penganiayaan itu berinisial WS (14) dan MK (15). Keduanya merupakan siswa di SMP 2 Cimanggu Cilacap. Polisi menyebut pelaku ditangkap bahkan sebelum video viral.

“Pelaku telah diamankan sebelum video perundungan tersebut viral di Media,” ungkap Fannky seperti dilansir detikJateng, Rabu (27/9/2023).

Terkait adanya kasus itu, Fannky menyampaikan, pihaknya menerima informasi dari Kades Negarajati dan Pesahangan jika ada perundungan di lingkungan SMP 2 Cimanggu Cilacap. Dua jam setelah informasi tersebut Polresta Cilacap telah mengamankan pelaku berikut saksi.

3) Motif Perundungan dan Penganiayaan
Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto mengungkapkan motif perundungan dan penganiayaan itu. Pelaku MK merasa tidak terima, korban FF (14) mengaku sebagai bagian dari kelompok Barisan siswa (Basis).

Menurut keterangan polisi, kelompok bernama Basis itu merupakan semacam geng yang beranggotakan siswa SMPN Kelompok Basis diketuai oleh pelaku penganiayaan yang saat ini diamankan pihak kepolisian.

“Motifnya karena korban mengaku menjadi anggota kelompok Barisan Siswa (Basis). Padahal dia bukan sebagai anggota kelompok ini,” kata Fannky saat ungkap kasus di Mapolresta Cilacap.

4) Sosok Pelaku Adalah Ketua Geng Basis
Fannky menyebut selain mengaku anggota Basis, korban disebut sempat menantang kelompok lain di luar sekolah. Hal ini diduga memicu aksi perundungan dan penganiayaan tersebut.

“Dia sempat menantang-nantang keluar. Akhirnya ketemulah sama ketuanya sama kelompok Barisan Siswa yang viral di video itu. Indikasinya pelaku itu merupakan ketuanya,” ungkapnya.

Terpisah, menurut kepala sekolah, pelaku MK dikenal cukup aktif di berbagai kegiatan dan termasuk siswa berprestasi yang pernah menang lomba pencak silat hingga lomba tilawah. Pihak sekolah mengaku kaget dengan tindakan MK.

5) Kasus Diproses Hukum Peradilan Anak
Lebih lanjut, Fannky mengungkapkan untuk kedua pelaku perundungan dan penganiayaan siswa di SMP 2 Cimanggu Cilacap tersebut kini diproses hukum dengan sistem peradilan anak.

“Untuk ancaman UU kekerasan terhadap anak ini terancam hukuman penjara paling lama 3 tahun 6 bulan, dengan denda Rp 70 juta,” terang Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto.

6) Kasus Mendapat Perhatian dari Pusat
Polisi menyebut kasus perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cilacap turut mendapat perhatian dari pusat. Bahkan Fannky mengaku ditelepon langsung oleh sejumlah pejabat lantaran kasus itu mendapat perhatian dari UNESCO.

“Kenapa kami kumpulkan bapak ibu sekalian. Sebab saya tadi di telepon Staf Presiden, Panglima TNI, Kapolri, lalu Menteri PMK karena kasus ini mendapat perhatian dari UNESCO,” terangnya.

7) Keluarga Ungkap Kondisi Korban Terkini
Keluarga mengungkapkan kondisi korban perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cilacap, berinisial FF (14). Kakak korban, Cici Mardiyanti menyebut saat ini adiknya masih merasakan sakit. Bahkan terdapat luka memar di tubuh.

“Luka di bagian pipi kiri sama pelipis itu benjol. Kuping sebelah kiri juga kena tonjok. Terus bahu memar. Perut katanya sakit dan dada sesak,” kata Cici kepada wartawan, dilansir detikJateng, Rabu (27/9/2023).

Sementara itu, Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto menjelaskan akan memberikan pendampingan psikologi kepada korban.

“Kami akan tetap memberikan pendampingan terhadap korban sampai korban sembuh dari traumanya,” ungkapnya.

Comment here