Sport

Jokowi Diminta Bubarkan Pengurus PSSI

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Wartawan senior sepak bola, Yesayas Oktovianus mendesak Presiden Joko Widodo segera membubarkan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Mochamamd Iriawan alias Iwan Bule, karena tidak ada prestasi yang diraihnya selama memimpin.

“PSSI ini antara ada dan tiada. Ada karena ada kompetisinya, tidak ada karena tidak ada prestasinya,” ungkap Yes, panggilan akrabnya, dalam wawancara dengan Rudi S Kamri dalam program “Hot News” di KAB TV yang disiarkan di YouTube, Senin (4/10/2021).

PSSI, kata Yes, sudah berganti kepengurusan hingga tujuh periode. Selama itu pula Yes sebagai waratan olah raga “spesialis” sepak bola mengikuti perkembangannya secara langsung. Tapi selama itu pula, katanya, hanya dalam periode kepemimpinan Kardono, PSSI berhasil menorehkan prestasi di tingkat regional maupun internasional. “Hanya di era Pak Kardono, PSSI meraih prestasi di tingkat regional maupun internasional,” tutur wartawan berdarah Ambon, Maluku, ini.

Yesayas Oktovianus bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Dokumen pribadi)

Prestasi tersebut, jelas Yes, adalah keberhasilan PSSI dua kali juara SEA Games, sekali masuk semifinal Asian Games, dan nyaris lolos ke Piala Dunia. “Setelah era Pak Kardono, semua kacau-balau,” cetusnya.

Sebab itu, katanya, sudah saatnya Presiden Jokowi melakukan reformasi di tubuh PSSI dengan mengganti seluruh pengurusnya. Apakah dengan Kongres Luar Biasa (KLB)? “Ya, bisa saja. Tapi KLB untuk menetapkan pengurus baru yang sudah disiapkan, bukan memilih pengurus lewat KLB. Kalau memilih pengurus lewat KLB, akan sama saja. Mereka itu sudah menguasai PSSI,” paparnya.

Apakah cara tersebut tidak akan dituduh PSSI bahwa pemerintah melakukan intervensi, dan Federation International Football Association (FIFA) pun bisa mem-ban (membekukan) PSSI? “Itulah PSSI. Kalau ada input dari pemerintah yang menyenangkan mereka, tak masalah. Tapi kalau ada input yang tidak menyenangkan, dibilang intervensi,” jelasnya.

“Kalau di-ban FIFA pun, kita tak perlu khawatir. Katakanlah dua tahun dibekukan. Itu justru menjadi momentum untuk melakukan pembinaan. Kita genjot kompetisi di internal,” terangnya.

Sebenarnya, lanjut Yes, Presiden Jokowi sudah berupaya melakukan reformasi PSSI, yakni dengan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. “Tapi Inpres ini sampai sekarang tidak jalan, karena memang tidak ada yang mau melaksanakan,” tukasnya.

Sebab itu, senyampang Jokowi masih menjabat Presiden, Yes berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan reformasi PSSI, kali ini dengan membubarkan pengurus PSSI di bawah komando Iwan Bule, untuk digantikan dengan pengurus baru. “Caranya harus top-down (dari atas ke bawah), bukan buttom-up (dari bawah ke atas) melalui Kongres. Kalau lewat Kongres, kondisinya akan sama saja. Mereka-mereka juga yang terpilih,” tandasnya.

Comment here