Hukum

Jokowi Tak Bisa Intervensi Soal Munarman

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Jangan pernah undang Presiden untuk campuri wilayah yudikatif,” kata Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) M Fadjroel Rachman dikutip dari detik.com, Kamis (2/9/2021).

Mantan aktivis itu menjawab sekelompok orang yang mengaku sebagai Sahabat Munarman dan meminta Presiden Jokowi untuk segera membebaskan Munarman yang terjerat kasus terorisme. Fadjroel menegaskan, Jokowi tidak bisa mengintervensi masalah hukum yang dihadapi mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu.

Seharusnya, kata Fadjroel, dapat dipisahkan masalah terkait legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dia berharap masyarakat tidak membawa eksekutif untuk mencampuri urusan yudikatif. Ha ini juga sejalan dengan konsep pembagian kekuasaan yang dianut Indonesia yaitu Trias Politica. Dia tegaskan Jokowi tidak akan ikut campur soal kasus Munarman.

“Tidak boleh (intervensi hukum). Itulah salah satu tujuan kenapa kita tegak lurus kepada konstitusi, karena kita setia dengan pembagian wewenang. Salah satu amanat reformasi itu adalah jangan pernah mengundang eksekutif mencampuri wilayah yudikatif atau mengundang eksekutif mencampuri legislatif. Ini yang di masa lalu menjadi masalah ketika ada satu penguasa mencampuri urusan legislatif dan yudikatif,” terangnya.

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) M Fadjroel Rachman. (Foto: molbanten.com)

“Tentu eksekutif tidak memberikan jawaban. Ini penting sekali mengembalikan bahwa negara ini Trias Politica, berjalan sebagaimana seharusnya. Karena itu kita harus melihat satu masalah siapa yang harus menanggapi. Kalau ini wilayahnya yudikatif,” tambahnya.

Sebelumnya, Sahabat Munarman meminta Jokowi untuk segera membebaskan Munarman. Mereka beralasan, sejak Munarman ditahan pada April 2021, belum ada kejelasan statusnya hingga kini.

“Saya kira sesudah 4 bulan ini tidak ada kejelasan, ya status suadara kami? Jadi di sini lagi yang lebih menunjukkan kesewenang-wenangan dari pemerintah ini ya. Karena itu, kami meminta untuk segera dibebaskan oleh pemerintah dan saya kira kalau Pak Jokowi memang bukan pimpinan yang hipokrit ya, itu saudara kami, segera dijelaskan statusnya,” kata Koordinator TP3 Marwan Batubara, Rabu (1/9/2021).

Perwakilan Sahabat Munarman, Juju Purwanto juga mengatakan segala tuduhan kepada Munarman adalah fitnah dan mendesak pemerintah segera membebaskan Munarman dari sel tahanan.

“Mengutuk keras segala bentuk kriminalisasi dan terorisasi beserta fitnah terhahap sahabat kami, Saudara Munarman. Mendeksak agar kriminalisasi dan terorisasi serta fitnah terhadap Saudara Munarman segera dihentikan, dan membebaskan dari tahanan, segera dihentikan dan membebaskan dari tahanan,” tegas Juju.

Comment here