Kesehatan

Kasus Covid-19 Muncul di PON XX Papua, Kemenpora Ambil Tindakan Cepat

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id -Kementerian Pemuda dan Olah Raga mengambil langkah cepat setelah terdapat temuan kasus Covid-19 di Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Menpora Zainudin Amali langsung berkoordinasi dengan Panitia Pengawas dan Pemgarah (Paswasrah) PON XX Papua, Pengurus Besar (PB) PON, Dinas Kesehatan Papua dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk segera melakukan tracing (pelacakan).

“Secepatnya saya akan koordinasi dengan Panwasrah dan Bidang Kesehatan PB PON dan Satgas untuk tracing. Dari informasi, yang satu kamar dengan mereka begitu di-tracing negatif. Kita harus tahu darimana terkena karena ini buble to buble,” kata Menpora Zainudin Amali dikutip dari Kompas TV, Kamis (7/10/2021).

Meski saat ini sudah ada 29 kasus atlet dan ofisial yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun Menpora mengatakan, PON XX Papua tetap berlanjut karena setiap pertandingan masih diterapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan PON XX Papua tetap terus berlanjut meski ada 29 atlet dan ofisial terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait hal itu, Menpora Amali langsung mengambil langkah cepat yakni langsung berkoordinasi dengan Paswasrah PON XX Papua, PB PON, Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk segera melakukan tracing. (Foto: Kompas TV)

“Saya kira pertadingan-pertandingan di PON telah dilaksanakan dengan prokes ketat dan dengan buble to buble. Saya kira PON XX Papua masih lanjut terus karena semua sudah divaksin hingga 60-70 persen,” ujar Zainudin Amali.

Selain itu, Menpora Amali juga tak terlalu khawatir dengan kondisi atlet. Sebab, berdasar hasil tes Dinkes menyatakan bahwa kasus yang muncul adalah tanpa gejala dan CT Value masih berada di dalam angka yang aman.
Juga dalam beberapa pengalaman seperti di Olimpiade, penyembuhan atlet yang terpapar Covid-19 lebih cepat karena memiliki daya tahan tubuh yang bagus.

“Kebanyakan mereka diketahui setelah PCR swab test akan kembali ke tempat masing-masing. Jadi, kalau atlet, pengalaman di berbagai tempat termasuk di Olimpiade lalu kalau toh mereka juga terkena (Covid-19) itu recoverinya sangat cepat karena daya tahan tubuhnya bagus,” kata Menpora Amali.

Lebih lanjut Menpora meminta tracing untuk dilakukan dengan lebih cepat untuk meminimalisir risiko penularan yang belum terdeteksi dengan tes PCR.

“Saat di-PCR memang belum terlihat jika baru satu atau dua hari, setelah di sini masuk inkubasi baru terlihat saat mau pulang. Karena pada saat bertanding itu mereka selalu di-antigen,” lanjut Amali

“Saya kira kita harus tangani bersama-sama dan kalau dilihat dari klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika dan Merauke ini semuanya hampir menginformasikan semuanya ada,” ujar Amali. 

Menpora kemudian juga mengapresiasi kontingen Jawa Timur yang melakukan karantina mandiri seusai pulang dari PON XX Papua.

Ia pun berharap apa yang dilakukan Jawa Timur ini juga dilakukan oleh provinsi lain untuk bisa mencegah penularan Covid-19.

“Saya senang seperti KONI Jawa Timur yang meminta seluruh kontingennya begitu kembali dari PON ini melakukan karantina selama 5 hari,” ucap politisi Partai Golkar itu.

“Saya harap semua kontingen yang lain juga menerapkan hal seperti itu, sebagai salah satu cara untuk mencegah makin meluasnya penularan,” tandasnya.

Comment here