Hankam

Kecanggihan KRI Nagapasa-403, Senjata Andalan Armada TNI AL yang Mampu Luncurkan Torpedo 533 MM

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Kapal selam KRI Nagapasa-403 menjadi senjata andalan dan memperkuat armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

KRI Nagapasa merupakan kapal pertama dalam jenis kapal selam kelas Nagapasa dan merupakan versi pengembangan dari kapal selam kelas Chang Bogo dari Korea Selatan serta kapal selam Tipe 209 dari Jerman.

Dikutip dari Zonajakarta.pikiran-rakyat.com, Selasa (7/9/2021), kapal ini merupakan kapal pertama dari ketiga yang dipesan TNI AL. KRI Nagapasa merupakan kapal selam buatan galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.

Selain menjadi kapal selam Type 209/1400 pertama untuk TNI AL, Nagapasa juga merupakan kapal selam yang diekspor pertama oleh Korea Selatan.

Dibangun di bawah kontrak senilai US$ 1,1 miliar yang ditandatangani antara DSME dan Kementerian Pertahanan RI pada tahun 2011, KRI Nagapasa termasuk dalam armada pemukul Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.

Proses undocking kapal selam Nagapasa Class. (Foto: zonajakarta.pikiran-rakyat)

Dilansir dari laman TNI AL, penamaan Nagapasa merupakan senjata dari tokoh pewayangan Indrajit. Nagapasa merupakan senjata dahsyat yang mampu melumpuhkan musuh.

Dengan penamaan tersebut diharapkan kapal selam KRI Nagapasa-403 dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai senjata andalan armada TNI AL.

Pada upacara commissioning Kapal DSME1400 tahun 2017 lalu, bendera Merah-Putih dinaikkan di atas kapal sebagai tanda resmi KRI Nagapasa-403 telah menjadi bagian dari kekuatan TNI.

Berdasarkan kontrak pengadaan kapal selam DSME 209 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan RI dengan pihak galangan DSME Korea Selatan, maka dilaksanakan pembangunan kapal sebanyak tiga unit yang dimulai sejak bulan Januari 2013.

Kapal tersebut berbobot 1400 ton, memilki panjang 61.3 meter dan lebar 7.6 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air dan diawaki oleh 41 pelaut.

Kapal selam DSME209 produksi DSME ini merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation.

Dilengkapi pula dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter (mm) dan peluru kendali antikapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL .

Secara spesifik kapal perang ini memiliki daya jelajah sejauh 10.000 mil laut dengan delapan tabung senjata untuk torpedo dan peluru kendali.

Kapal selam ini didesain untuk berbagai misi di antaranya peperangan anti-permukaan (anti-surface warfare/ASuW), peperangan anti-kapal selam, peletakan ranjau, dan operasi pasukan khusus.

Dengan adanya penambahan jumlah kapal selam Indonesia, diharapkan dapat mendukung kegiatan operasi laut guna mengemban tugas TNI AL dalam rangka menjaga keamanan wilayah laut yuridiksi nasional, sehingga misi pembangunan nasional maritim Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo, yakni  Indonesia sebagai poros maritim dunia, dapat tercapai.

Comment here