Kesehatan

Kemenkes Singgung Bom Waktu Usai 65% Pasien Alami Long Covid

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyinggung fenomena pasien sindrom long Covid-19 yang akan berubah menjadi bom waktu pasien Covid, sehingga fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia diharapkan siap menghadapi kemungkinan ‘banjir’ pasien.

Koordinator Pengelola Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit Kemenkes Yout Savithri menyebut kondisi long Covid-19 dialami para penyintas Covid-19 yang mengalami sejumlah efek samping atau perubahan pada kondisi tubuh. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menurutnya telah mencatat, setidaknya 65 persen pasien penyintas mengalami sindrom ini.

“Kami lagi mendiskusikan penyakit long Covid-19, artinya penyakit long Covid-19 adalah bom waktu. Karena saya ingat sekali dokter Erlina (Ketua Pokja Infeksi PDPI) sempat bilang bahwa untuk pasien Covid-19 ini 65 persen ada gejala sisa bahkan ada fibrosis paru,” kata Yout dalam acara daring, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (7/10/2021).

Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). (Foto: CNN Indonesia)

Yout melanjutkan, berdasarkan penelitian long Covid-19 ini juga menyerang sembilan organ manusia sehingga harus ada upaya antisipasi pemerintah baik dari segi pelayanan di faskes, hingga penyediaan obat-obatan yang sesuai.

Untuk itu, Yout meminta agar sejumlah organisasi profesi di Indonesia mulai menyiapkan manajemen klinis untuk penanganan pasien long Covid-19, sehingga Kemenkes mampu menindaklanjuti dengan membuat protokol tetap atau prosedur perawatan pasien long Covid-19 di Tanah Air. “Jadi memang ini harus kita antisipasi, bagaimana mengatasi pasien long Covid-19 untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata dia.

Long Covid-19 belakangan masih menjadi momok bagi para penyintas Covid-19. Hanya saja sampai saat ini penyebab munculnya long Covid masih belum diketahui pasti. Beberapa gejala yang dialami mirip saat menderita Covid-19, di antaranya seperti sesak napas, sakit kepala, sakit badan, mudah lelah, rambut rontok, hingga sulit tidur.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut kondisi long Covid-19 biasanya terjadi pada individu dengan riwayat terinfeksi Covid-19. WHO menyatakan, gejala long Covid-19 kemungkinan baru muncul setelah pemulihan awal yang termasuk bagian dari ‘episode Covid-19 akut’, gejala yang dirasakan juga bisa berfluktuasi atau kambuh dari waktu ke waktu.

Comment here