Jaga Budaya

Ketika Yusuf Dwiyono Padukan yang Klasik dan Modern di Pameran “Tatap Rupa”

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Yusuf Dwiyono (59), perupa kelahiran Jepara, Jawa Tengah, mengusung dua karya lukisnya dalam pameran seni rupa bertajuk “Tatap Rupa” di Jakarta. Kedua karya lukisnya itu, “Di Balik Panggung” dan “Menunggu Kamu” memadukan sesuatu yang klasik dengan yang modern.

Pameran “Tatap Rupa” itu sendiri digelar para alumni Jurusan Seni Rupa Institut Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, kini Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan dibuka oleh Prof Dr H Dailami Firdaus, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)/Majelis Permusyawaratan (MPR) RI periode 2019-2024 yang masih keluarga besar dari UNJ, Ahad (18/2/2024) sore, di Pop Up Gallery yang ada di Lv 4 Plasa Indonesia, Jakarta Pusat. Bekerja sama dengan Talenta Organizer, pameran ini akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 18 Maret 2024.

“Di Balik Panggung” (90 cm x 135 cm, cat di atas kanvas, 2021) karya Yusuf Dwiyono. (Istimewa)

Sebanyak 48 lukisan ditampilkan dalam pameran yang lengkapnya bertajuk “Tatap Rupa Alumni Seni Rupa IKIP Jakarta/UNJ” ini, yang merupakan karya dari 24 pelukis lintas angkatan. Selain Yusuf Dwiyono, mereka adalah Kembang Sepatu, Yuhaslinda, Syafrudin, Masagung Kirasave, Casjiwanto, Oceu Apristawijaya, Dina Lestari, Saffa Inayati, Marwan, Nasrul, Fetty Fatimah, Deden Hamdani, Sarnadi Adam, Prasetya Gautama, Ireng Halimun, Sahuri, Yuli Riban, Shamady Nura, Day Hidayat, Umam, Vy Patiah, Tri Sabariman dan Jan Praba.

Sekali lagi, Yusuf Dwiyono menampilkan dua karyanya, yakni “Di Balik Panggung” (90 cm x 135 cm, cat di atas kanvas, 2021), dan “Menunggu Kamu” (80 cm x 110 cm, cat di atas kanvas, 2023).

Lukisan “Di Balik Panggung” menggambarkan seorang wanita penari yang berbusana klasik atau kuno sedang berdandan di balik panggung. “Dulu seorang penari berdandan duduk di depan cermin besar dengan peralatan ‘make up’ lengkap di atas meja, sekarang cukup dengan menggunakan fitur cermin dari ‘hand phone’ Android,” kata Yusuf Dwiyono kepada KABNews.id di lokasi pameran, Kamis (22/2/2024).

Ihwal “Menunggu Kamu” yang menampilkan seorang wanita dalam balutan busana tradisional klasik Bali, Yusuf menjelaskan, “Saat kemeriahan dalam perayaan keagamaan di Bali, beberapa peserta menyempatkan berfoto ria sebelum atau sesudah acara sembari menunggu pujaan hatinya menghampiri dia.”

HP Android dan kamera untuk berfoto ria merupakan piranti atau perangkat teknologi modern. Hal tersebut kontras dengan busana yang dikenakan perempuan dalam “Di Balik Panggung” dan “Menunggu Kamu” itu. Agaknya Yusuf ingin memadukan kedua hal yang kontras itu, antara yang klasik dan yang modern. “Memang, teknologi Android memudahkan aktivitas kita sehari-hari,” tandasnya.

“Menunggu Kamu” (80 cm x 110 cm, cat di atas kanvas, 2023) karya Yusuf Dwiyono. (Istimewa)

Profil Pelukis

Yusuf Dwiyono yang lahir di Jepara pada 5 September 1965 ini telah mengikuti berbagai macam pameran di banyak tempat seperti di Jepara, Semarang dan Surakarta, Jawa Tengah, serta Jakarta.

Sepanjang 2021, Yusuf mengikuti Pameran Lukisan “Nyala Rupa” di Monod Diep Huis, Semarang; Pameran Seni Rupa Virtual “RupAcintya Jepara”; Pameran Seni Rupa “Anjangsana Balai Budaya” di Balai Budaya Jakarta; Pameran Lukisan “Tribute to WS Rendra” di Balai Budaya Jakarta; Pameran Lukisan Peruja “Spirit Kemanusiaan” di Galeri Peruja Jakarta; dan Pameran Seni Lukis Nasional “Nuansa Warna” di TBJT Surakarta.

Selama 2022, Yusuf mengikuti Pameran Lukisan “Ekspresi Perempuan Indonesia” di Balai Budaya Jakarta;Pameran Lukisan Guru Berkarya “Kala Mangsa” di Galeri Peruja Jakarta; Pameran Lukisan “Life is Beautiful” di Galeri Peruja Jakarta; Pameran Lukisan “Spirit Kemerdekaan”, di Grand Cempaka Jakarta; Pameran Lukisan Peruja “Arts Oasis” di Plaza Atrium Senen Jakarta; dan Pameran JEAB “Ambah Pesisir” di Aula Disparbud Jepara.

Sepanjang 2023, Yusuf mengikuti Pameran Lukisan “Ekspresi Perempuan Indonesia” di Balai Budaya Jakarta; Pameran Drawing Eksperimental “Infonesia Kini, 25 Tahun Peristiwa Mei 1998” Bentara Budaya Jakarta; Pameran Subaddha “Sanggar di Jakarta Tahun 70/80” Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta; Pameran Lukisan “Guru Berkarya 2#” di Perpustakaan Nasional, Jakarta; dan Pameran “Titimangsa” di Bentara Budaya Jakarta.

Comment here