Hukum

Ketua KPK Respons Isu Aziz Syamsuddin Tersangka

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti sudah selesai. Karena kita bekerja berdasarkan bukti-bukti, dan bukti tersebutlah yang membuat terangnya suatu peristiwa pidana korupsi dan menemukan tersangka,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dikutip dari Kompas.com, Ahad (5/9/2021).

Firli Bahuri angkat suara soal isu Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memberikan uang sebesar Rp3 miliar kepada penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, yang melibatkan Walikota M Syahrial.

Firli mengklaim KPK saat ini terus bekerja untuk mengumpulkan keterangan dan pelbagai barang bukti sebelum memberikan keterangan utuh ke publik. Ia berharap masyarakat memberikan waktu agar KPK bekerja maksimal.

Firli menjelaskan bahwa KPK hanya menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Ia turut menjelaskan bahwa KPK memegang prinsip ‘the sun rise and the sun set principle’ dalam menangani perkara.

“Artinya seketika seseorang menjadi tersangka maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan,” kata dia.

Menurut Firli, KPK selama ini bekerja dengan berpedoman terhadap pelbagai asas-asas pelaksanaan tugas. Di antaranya menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

Ketua KPK, Firli Bahuri. (Foto: CNN Indonesia)

Tak hanya itu, Firli memastikan semua informasi dari masyarakat akan menjadi perhatian KPK. Karenanya, ia menyatakan akan mempelajari dan dalami keterangan yang disampaikan langsung ke KPK maupun keterangan dan fakta di persidangan.

“Kami masih terus bekerja, pada saatnya kami akan memberikan penjelasan kepada publik,” kata Firli.

Diberitakan, Azis Syamsuddin disebut-sebut memberikan uang senilai Rp 3.099.887.000 dan US$ 36 ribu kepada penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Hal itu diungkap dalam surat dakwaan Stepanus yang dilihat pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Terdakwa Stepanus telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077.000,00 dan US$36 ribu,” demikian dakwaan jaksa KPK dikutip dari SIPP PN Jakarta Pusat.

“Yakni masing-masing dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp3.099.887.000 dan US$36 ribu,” lanjutnya.

Aziz Syamsuddin yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu telah dihadirkan KPK sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan suap dengan terdakwa Walikota Tanjungbalai nonaktif, M. Syahrial.

Azis dan Robin Pattuju diduga terlibat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara yang menyeret Syahrial. Aziz pun telah dicekal selama enam bulan ke depan.

Comment here