Jaga Budaya

Kisah Mahasiswa Termuda Kedokteran Unair Usia 15 Tahun asal Lamongan

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memiliki mahasiswa termuda berusia 15 tahun 9 bulan. Ksatria Airlangga paling belia tahun ajaran 2021/2022 itu bernama Ainun Albarr Qolby Mecca asal Lamongan, Jawa Timur.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/9/2021), perjuangannya agar diterima kuliah di fakultas yang bergengsi itu tidaklah mudah. Mahasiswa berusia 15 tahun 9 bulan tersebut lantas membagikan cerita perjuangannya hingga diterima kuliah di Fakultas Kedokeran (FK) Unair.

Ainun Albarr Qolby Mecca resmi menjadi mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran tahun 2021/2022. (Foto: Kompas.com)

Aktif berkegiatan dan Olimpiade saat SMA

Saat duduk di bangku SMA, ada berbagai macam kegiatan yang diikutinya. Mahasiswa kelahiran 2005 itu memanfaatkannya dengan aktif mengikuti Olimpiade di berbagai tingkatan.

Tak hanya itu, Albarr juga aktif mengikuti ekstra kulikuler Bahasa Inggris dan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Ia bahkan pernah berhasil lolos hingga final dalam Olimpiade Kedokteran Internasional yaitu MEDSPIN 2020 yang diselenggarakan oleh Unair.

‚ÄúSelain itu, saya juga pernah menjadi peserta termuda di Lomba Kuis Ki Hadjar yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek,” kata dia melansir laman Unair, Jumat (10/9/2021). Keaktifan itulah yang turut memuluskan jalannya menuju perguruan tinggi.

Ikut kelas akselerasi

Dia tergabung dalam kelas akselerasi di sekolahnya. Dengan program tersebut, secara otomatis Albarr mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif. Progres belajarnya pun menjadi lebih mudah tercapai.

Albarr menuturkan, biasanya dia memanfaatkan waktu luang untuk berolah raga, agar tubuh menjadi lebih bugar dan lebih siap untuk melakukan produktivitas. Selain itu, Albarr selalu mempelajari sebagian materi perkuliahan agar lebih siap untuk belajar.

Dukungan keluarga

Selama ini, dukungan dari keluarga Albarr sangat besar. Keluarga selalu berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan Albarr terhadap pendidikan. Hasilnya, Albarr bisa lebih maksimal dalam menjalankan pendidikan.

Kakaknya selalu memotivasi Albarr untuk terus maju dan berkembang. “Teman-teman saya juga tidak kalah pentingnya. Saya sering belajar bersama dengan mereka dan mereka juga sangat mendukung impian besar saya untuk menjadi dokter,” tutur dia.

Albarr mengikuti berbagai tingkat seleksi hingga jalur tes mandiri untuk bisa berkuliah di Fakukltas Kedokteran Unair. Dia menghadapi berbagai hambatan dari diri sendiri maupun lingkungan. “Perjuangan saya hingga akhirnya diterima di Unair sangat berarti bagi saya,” ujarnya.

Belajar tapi jangan lupa istirahat

Mahasiswa asal Lamongan itu berpesan agar pelajar jangan sampai belajar tanpa kenal waktu sampai tidak mempedulikan kehidupan sosial. Namun jangan juga, waktu istirahatnya terlalu tinggi dibandingkan waktu belajar.

“Belajar dan istirahat itu harus seimbang. Istirahat di sini adalah kegiatan di luar belajar dan bisa berarti ola hraga, ngobrol, refreshing, dan lain lain,” ucap dia.

Ke depan, ia berencana untuk mencari teman sebanyak mungkin dan memperbanyak pengalaman, ilmu, dan soft skill. Selain itu, Albarr juga ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang tentunya akan sangat berguna di kehidupan mendatang.

“Meskipun hasil yang saya dapatkan terkadang tidak seperti yang saya harapkan, tetapi saya berhasil melaluinya dengan baik dan Alhamdulillah lolos dan diterima di Fakultas Kedokteran Unair,” tutup dia.

Comment here