Sport

Komdis PSSI Tak Tolerir Gaya Bermain Barbar Syaiful dan Zulham

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erwin TP Lumban Tobing menilai pelanggaran yang dilakukan dua penggawa AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun adalah perilaku barbar. Sebab itu, pihaknya tidak akan menolerir aksi brutal kedua pemain tersebut. 

“Saya sebagai Ketua Komisi Disiplin PSSI sangat menyayangkan dan tidak akan menoleransi gaya bermain sepak bola barbar yang telah dipertontonkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun,” kata Erwin dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

“Apa jadinya persepakbolaan kita jika pemain-pemain seperti Syaiful dan Zulham dengan gaya sepak bola barbarnya tetap diberikan kesempatan bermain di persepakbolaan Indonesia yang tentunya merupakan contoh buruk untuk generasi muda? Saya mengimbau kepada AHHA PS Pati untuk tidak merekrut pemain yang tidak menjunjung tinggi sportivitas. Bermain sepak bola bukan hanya soal fisik dan skill yang bagus saja,” tegas Erwin.

Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin TPL. Tobing. (Foto: wartakota.tribunnews.com)

Diberitaakan, Syaiful dan Zulham melakukan aksi brutal dalam laga persahabatan antara AHHA PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh di Lapangan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021). 

Syaiful melakukan pelanggaran keras dengan cara mendaratkan kakinya ke muka Muhammad Nadhiif. Pelanggaran keras tersebut dapat mengancam nyawa Nadhiif. Atas aksi tersebut, tanpa pikir panjang wasit langsung mengusir Syaiful dengan kartu merah.

Sama seperti Syaiful, kapten AHHA PS Pati Zulham Zamrun juga melakukan aksi kotor. Saat kalah dalam berduel memperebutkan bola dengan Defri Rizki, Zulham dengan senaja menendang tubuh sang lawan. Aksi Zulham tersebut langsung memicu keributan. 

Pihak AHHA PS Pati telah memulangkan kedua pemain. Teguran juga datang dari Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. 

Namun, Komdis PSSI berencana memberikan sanksi tambahan. Komdis PSSI mengategorikan pelanggaran yang dibuat oleh Syaiful dan Zulham tergolong berat.

“PSSI sebagai Federasi Sepak bola di Indonesia akan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan yang bisa dikenakan yaitu berupa sanksi tambahan di luar kartu merah yang telah diberikan oleh wasit saat pertandingan,” tulis Komdis PSSI dalam rilis resminya. 

“Karena pelanggaran yang dilakukan oleh Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun dikategorikan pelanggaran berat dalam kode disiplin,” sambung Komdis PSSI.

Secara pribadi, Syaiful sudah meminta maaf kepada Nadhiif, pun dengan pihak klub.

Ketua Komdis PSSI Erwin TP Lumban Tobing mengimbau kepada AHHA PS Pati untuk tidak lagi merekrut pemain seperti Syaiful dan Zulham. 

Comment here