Hukum

KPK Panggil Wakil Bupati di Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang, Masuk Pak Eko!

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Mansur Hidayat terkait tindak pidana korupsi (TPK) yang menjerat Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW). Dia bakal diperiksa sebagai saksi dalam perkara jual-beli jabatan di Pemeringtah Kabupaten Pemalang.

“Hari ini (18/8/2022) pemeriksaan saksi TPK terkait jual-beli jabatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, untuk tersangka MAW dkk,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dikutip dari detik.com, Kamis (18/8/2022).

Mansur Hidayat bakal diperiksa di Polres Pemalang, Jalan Jenderal Sudirman, Pemalang, Jawa Tengah hari ini. Namun, Ali belum menjelaskan seputar apa Mansur bakal dikonfirmasi.

Gedung KPK. (Foto: detikcom)

Selain Mansur Hidayat, KPK juga turut memeriksa sejumlah saksi lainnya. Para saksi merupakan para kepala bidang hingga kepala dinas yang menjabat di Pemkab Pemalang.

Adapun nama saksi yang diperiksa terkait perkara jual-beli jabatan Bupati Pemalang antara lain:

  1. Mansur Hidayat selaku Wakil Bupati Pemalang;
  2. Joko Ngatmo selaku Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang;
  3. Imam Fahrudin, Kabid Pasar Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pemalang;
  4. Eko Wijayanto selaku Kabid Industri Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pemalang;
  5. Abdul Muis selaku Kabid Bina Marga Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang;
  6. Yuniar Teguh Santoso selaku Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang;
  7. Abdul Rachman selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang;
  8. Suhirman selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pemalang;
  9. Mubarak Ahmad selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Pemalang;
  10. Bambang Haryono selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang;
  11. Sagita Budi Utomo selaku pegawai honorer Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang;
  12. Arum selaku karyawan BUMD PT Aneka Usaha; dan
  13. Susanti Utama selaku ibu rumah tangga.

Adapun dalam perkara ini, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (11/8/2022) sore hingga malam di sejumlah tempat di Jakarta dan Pemalang. Dalam OTT itu, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo beserta 33 orang lainnya diamankan KPK.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkap pihaknya telah menetapkan 6 orang tersangka di perkara ini dengan rincian dua orang sebagai penerima dan empat orang sebagai pemberi. Serta, Mukti Agung Wibowo diduga menerima suap senilai Rp6,1 miliar.

“Jadi kami mengumumkan 6 orang sebagai tersangka, 2 sebagai penerima dan 4 sebagai pemberi yang diduga penerimaan ini jumlahnya sekitar Rp6,1 miliar yang ada, baik itu uang tunai atau cash dan juga yang ada di dalam tabungan,” kata Ali Fikri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Adapun enam tersangka tersebut adalah:

Sebagai pemberi:

  1. Sugiyanto selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang.
  2. Yanuarius Nitbani selaku Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pemalang.
  3. Mohammad Saleh selaku Kadis PU Kabupaten Pemalang.
  4. Slamet Masduki selaku Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang.

Sebagai penerima:

  1. Mukti Agung Wibowo selaku Bupati Pemalang periode 2021-2026.
  2. Adi Jumal Widodo selaku swasta atau Komisaris PD AU (Aneka Usaha).

Comment here