Hukum

Lapas Tangerang Terbakar, Kursi Yasonna Memanas

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Desakan agar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) mengundurkan diri pasca-terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang yang menewaskan 44 orang kian nyaring. Lapas Tangerang terbakar, kursi Yasonna pun memanas.

Desakan agar Yasonna mengundurkan diri dari jabatan Menkumham disuarakan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Sarifuddin Suding. “Ini ada tragedi kemanusiaan, dan kita tidak bisa menutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke Kalapas atau Dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh,” kata Sarifuddin Suding dikutip dari detik.com, Kamis (9/9/2021).

Suding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. Dia meminta Yasonna mengundurkan diri.

Suding menyebut permasalahan di Kemenkumham sangat kompleks, termasuk soal lapas. Dia menilai perlu ada perbaikan secara keseluruhan di Kemenkumham.

Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. (Foto: CNN Indonesia)

“Ya saya kira kita semua lihat bahwa banyak hal di Menkumham ini yang memang perlu perbaikan dari dulu. Dan itu sering sekali kita suarakan, termasuk soal lapas itu sangat kompleks permasalahan di sana, masalah Imigrasi, dan masalah lain-lain. Tapi itu tidak ada yang membawa perbaikan,” jelas mantan politikus Partai Hanura itu.

Suding lantas menyinggung prestasi Yasonna yang dinilainya nihil selama menjabat Kemenkumham. Menurut Sudding, Yasonna hanya pandai ‘mengobok-obok’ partai politik. “Tapi kalau melihat kinerja Pak Yasonna mengobok-obok parpol politik, bolehlah. Kalau mengobok-obok parpol sesuai keinginan pemerintah, bolehlah. Kalau itu tentu menjadi prestasi, tapi kalau di luar itu sama sekali tidak ada,” ujar Sudding.

Sudding menyebut pihaknya sudah menyampaikan masalah overkapasitas di lapas sejak lama, termasuk dari sisi kemanusiaan para narapidana. Namun belum ada perbaikan sampai saat ini.

“Tidak ada perbaikan. Dari dulu kita menyampaikan overkapasitas sampai 400 persen, dan bagaimana kondisi lembaga pemasyarakatan yang tidak dilakukan revitalisasi. Kemudian dari sisi kemanusiaan, walaupun dia seorang napi, tapi ada hak-hak yang harus diperhatikan, bagaimana kondisi warga binaan itu sangat memprihatinkan,” katanya.

“Dan itu dari dulu kita (suarakan), tapi tidak ada kemajuan. Barangkali Yasonna ini ditugaskan hanya untuk mengobok-obok parpol sehingga hal-hal lain dia kesampingkan begitu saja,” tandas Sudding.

Kelalaian

Sementara itu, polisi masih menyelidiki kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang telah menewaskan 44 orang narapidana. Polisi menyelidiki dugaan pidana terkait kebakaran itu, salah satunya dugaan kelalaian petugas lapas.

“Iya, iya benar,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat seperti dilansir detik.com, Kamis (9/9/2021).

Dia menjawab soal apakah kelalaian petugas juga menjadi materi penyelidikan soal dugaan adanya pelanggaran pidana dari peristiwa kebakaran di Lapas I Tangerang.

Namun Tubagus masih enggan memerinci lebih jauh soal dugaan adanya pelanggaran pidana tersebut. Dia menyebut pihaknya akan mengumumkan ketika penyelidikan telah selesai dilakukan.

Nanti hasil penyelidikannya akan disampaikan, ya,” ujar Tubagus.

Sejauh ini polisi telah memeriksa 20 saksi. Puluhan saksi itu terbagi dalam tiga kelompok, mulai petugas piket yang berjaga hingga warga binaan lapas.

Proses pengungkapan kasus kebakaran Lapas I Tangerang hingga kini masih berlangsung. Dia mengatakan penyelidikan akan berlangsung dinamis seiring keterangan yang didapat petugas dari pemeriksaan saksi dan barang bukti.

“Kalau penyelidikan ‘kan dinamis. Kalau ada informasi baru, kita dalami, enggak bisa dipatok kayak orang piket. Kan ada perkembangan penyelidikan. Artinya, dinamis dia, berkembang dia. Semuanya berkembang dari hasil lidik itu, ada-enggak tambahan informasi apa, ada enggak kesesuaian dari yang diperiksa, yang bener seperti apa,” terang Tubagus.

20 Saksi Diperiksa

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memulai penyelidikan kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang menyebabkan 44 narapidana meninggal dunia. Sebanyak 20 orang kini tengah dimintai keterangan oleh polisi.

“Karena diduga terjadi tindak pidana, maka kita mengumpulkan alat bukti. Di samping alat buktinya adalah pemeriksaan laboratorium, ada juga pemeriksaan saksi yang dilakukan kerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota. Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan 20 orang saksi,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021).

Sebanyak 20 saksi yang diperiksa itu terbagi dalam tiga kelompok. Para saksi yang diperiksa itu mulai dari tim piket malam Lapas hingga warga di sekitar lokasi.

“(Saksi) terdiri dari yang piket jaga tadi malam. Kemudian yang kedua ada yang di sekitar, lalu yang ketiga penghuni di blok tersebut yang saat ini masih bisa dimintai keterangan,” tandas Tubagus.

Comment here