Politik

Lodewijk Resmi Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR Pengganti Azis

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Azis Syamsuddin yang mengundurkan diri usai berstatus tersangka kasus suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan nama Lodewijk sebagai calon pengganti Azis kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2021) sore.

Surat dari Airlangga itu kemudian dibahas dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (30/9/2021) pagi. “Surat itu dimaksudkan penggantian dari Fraksi Partai Golkar, pengganti Azis kepada Saudara Haji Lodewijk Paulus nomor anggota A-281,” ucap Ketua DPR Puan Maharani, dalam rapat tersebut, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (30/9/2021).

“Sehubungan hal tersebut, kami menanyakan kepada seluruh peserta sidang, apakah Saudara Haji Lodewijk F Paulus nomor anggota A-281 dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Apakah dapat disetujui?” lanjut dia.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. (Foto: Liputan6)

“Setuju,” seru para peserta Rapat Paripurna DPR.

“Tok!” Puan mengetukkan palu ke alasnya di atas meja pimpinan sidang tanda pengesahan Lodewijk sebagai Wakil Ketua DPR yang baru.

Lodewijk lantas maju ke ke depan mendekati podium untuk dilantik. Ia kemudian memberikan tanda hormat kepada pimpinan sidang. “Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Ketua DPR dengan sebaliknya dan seadil-adilnyanya,” demikian ia berucap sumpah jabatan.

Usai menuntaskan prosesi itu, ia melanjutkannya dengan penandatanganan acara sumpah. Lodewijk pun sah menjadi Wakil Ketua DPR.

Lodewijk, yang merupakan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, saat ini terdaftar sebagai anggota Komisi I DPR periode 2019-2024.

Azis Syamsuddin sendiri mundur dari kursi Wakil Ketua DPR usai disangkakan memberi suap Rp 3 miliar dan US$ 36 ribu kepada eks-penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju bersama dengan mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado.

KPK menyebut kasus itu terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.

Comment here