Politik

Maju Calon Ketua Umum PBNU, Ini Strategi Yahya Staquf Hadapi Said Aqil Siradj

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengumumkan maju sebagai calon ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-34 PBNU di Lampung.  Yahya pun mengungkapkan strateginya menghadapi Said Aqil Siradj, calon ketua umum inkumben.

“Satu-satunya yang saya lakukan mengkomunikasikan gagasan dengan pengurus wilayah dan cabang, dan mereka yang mempertimbangkan, menilai, dan membuat keputusan,” kata Yahya dikutip dari Tempo.co, Senin (11/10/2021).

Mantan Juru Bicara KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur semasa menjabat Presiden RI ini menuturkan sudah berdialog dengan para pengurus NU di sejumlah daerah, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Maluku.

Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf menyapa para undangan usai dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. (Foto: Tempo.co)

Dialog, kata Yahya, sudah dilakukan sejak awal September 2021. Ia mengaku terkejut karena keinginannya maju sebagai calon ketua umum PBNU rupanya menarik perhatian para pengurus wilayah. Sehingga, Yahya menuturkan mereka meminta untuk melakukan diskusi mengenai gagasan yang ia tawarkan.

Gagasan yang ditawarkan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini antara lain reorientasi program-program NU dengan melakukan desentralisasi secara terkonslidasi, dan melakukan repositioning politik agar NU tidak menjadi pihak dalam kompetisi politik, khususnya Pemilu 2024.

Selain itu, agenda yang akan didorongnya adalah membangkitkan perekonomian, serta mengukuhkan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika agar diterima secara tuntas dalam wawasan ke-Islamaan. “Kita butuh beberapa langkah lagi kalau masih ada yang perlu dilakukan,” kata Yahya Staquf.

Comment here