Hukum

Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan, MAKI Layangkan Praperadilan

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Selaku termohon-1 adalah Kapolda Metro Jaya, termohon-2 Kapolri, dan termohon-3 Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam rilisnya, Jumat (1/3/2024).

Boy, panggilan akrab Boyamin, mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) agar mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, yang hingga pemeriksaan terakhir Kamis (29/2/2024) lalu tak kunjung ditahan, supaya segera ditahan. Menurut Boy, praperadilan yang ia ajukan secara resmi, Jumat (1/3/2024) tersebut ditujukan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta selaku termohon.

Ilustrasi Firli Bahuri (kiri) dan Syahrul Yasin Limpo. (suara.com)

Ada enam materi pokok praperadilan yang menurut Boy ia mintakan kepada Hakim Tunggal PN Jaksel. Pertama, terkait dengan permohonan kepada pengadilan untuk memerintahkan Polda Metro Jaya, atau Kapolri, atau Kejati DKI Jakarta melakukan penahanan terhadap Firli Bahuri yang merupakan purnawirawan perwira tinggi polisi berbintang tiga.

“Petitumnya, menyatakan termohon-1, dan termohon-2 telah melakukan penghentian penyidikan karena tidak melakukan penahanan terhadap Firli Bahuri. Selanjutnya, memerintahkan para termohon untuk melakukan penahanan terhadap Firli Bahuri,” jelasnya.

Boy menambahkan ihwal pokok-pokok alasan mengapa praperadilan tersebut MAKI ajukan. “Ada empat pokok permohonan yang MAKI ajukan sebagai dasar praperadilan,” cetusnya.

Pertama, kata Boy, yakni terkait proses penyidikan perkara Firli yang seakan mandeg, bahkan patut diduga dihentikan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Menurut Boy, berkas perkara yang tekah disusun oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya seharusnya segera dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta terkait dugaan kasus korupsi yang menyeret Firli sebagai tersangka.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), lanjut Boy, semestinya sudah menyatakan lengkap atau P-21 berkas perkara tersebut agar Firli segera diajukan ke persidangan. Diketahui, penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka gratifikasi dan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian saat itu, telah dilakukan Polda Metro Jaya pada November 2023.

Firli dijerat dengan sangkaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi, dan pemerasan dalam pengusutan korupsi dan pungli di Kementerian Pertanian (Kementan).

Comment here