Hankam

Mantan KSAL Kent Sondakh Desak Jokowi Resmikan Bakamla Jadi Indonesian Coast Guard

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Pur) Bernard Kent Sondakh mendesak Presiden Joko Widodo segera meresmikan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai Indonesian Coast Guard, satu-satunya penjaga pantai dan laut Indonesia.

“Untuk mempercepat ini, tak usah menunggu undang-undang. Segera terbitkan Inpres (Instruksi Presiden), Keppres (Keputusan Presiden), Perpres (Peraturan Presiden), atau apalah yang menjadikan Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard,” ujar Kent Sondakh dalam wawancara dengan Rudi S Kamri dari KAB TV yang tayang di YouTube, Ahad (10/10/2021).

Kent mengakui, saat ini terjadi polemik terkait Indonesia Coast Guard, karena ada kelompok tertentu yang mendukung Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di satu pihak, dan di pihak lain ada kelompok tertentu yang mendukung Bakamla menjadi Indonesia Coast Guard. “Kuncinya apa? Ketegasan! Sudah, tetapkan saja Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard,” tegasnya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Pur) Bernard Kent Sondakh. (Foto: Dokumen pribadi)

Menurut Kent, kunci dari pembentukan Indonesian Coast Guard adalah ketegasan. Selama ini, masalah demi masalah bermunculan akibat tidak adanya ketegasan dalam perundang-undangan. “Saat ini Presiden sudah punya wisdom, ya sudah tinggal ditindaklanjuti dengan instruksi tertulis. Semua instansi tinggal menjalankan saja. Semua ingin Indonesian Coast Guard segera terbentuk. Jadi, tak perlu diperdebatkan lagi. Sudah, tetapkan saja. Kalau Presiden sudah putuskan, sudah laksanakan saja,” sarannya.

Kalau nanti ada gugatan, kata Kent, silakan ajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Kalau mau tegas, Presiden perintahkan Menkopolhukam untuk bentuk Indonesian Coast Guard, semua stakeholders masuk. Kalau ada gugatan, silakan ke MK,” paparnya.

Saat ini, Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Laut sedang dibahas di DPR RI. Namun saat Presiden melantik Aan Kurnia sebagai Ketua Bakamla, Maret 2020, Jokowi sudah menyatakan bahwa Bakamla adalah cikal bakal dari Indonesian Coast Guard. Sementara cikal-bakal Bakamla, kata Kent, adalah Bakorkamla (Badan Koordinasi Keamanan Laut) yang dibentuk tahun 1972 berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri. “Tak usah menunggu undang-undang. Langsung tetapkan saja,” pintanya.

Kent menilai, rencana pembentukan Indonesian Coast Guard ini sudah berlarut-larut, dan kalau menunggu undang-undang, belum tentu tiga kali pergantian Presiden lagi nanti jadi. Pernyataan dari Presiden Jokowi bahwa Bakamla adalah cikal-bakal Indonesia Coast Guard, menurut Kent, adalah kesempatan emas.

“Ini kesempatan emas, sudah ada suara dari Presiden. Kita tidak usah bicara UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dan UU 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Semua kegagalan dari satu fase ke fase lain, karena  tidak tegas. Sekarang Presiden tegas saja, tetapkan Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard,” tegasnya lagi.

Indonesian Coast Guard, kata Kent, sebenarnya sudah nyaris terbentuk pada saat Megawati Soekarnoputri menjadi Presden. Saat itu Megawati sudah memerintahkan ke Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu Menkopolhukam, untuk membentuk. Tapi sampai sekarang belum juga terbentuk. “Enggak tahu kenapa. Tapi mungkin itu demi kepentingan bangsa dan negara juga. Kita tak bisa salahkan siapa pun,” tuturnya.

Comment here