Hukum

Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Bui dan Bayar Restitusi Rp120 Miliar

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa terhadap anak korban Cristalino David Ozora sangat tidak manusiawi, karena dilakukan secara sadis dan brutal,” kata jaksa sebelum membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2023), seperti dilansir Kompas.tv.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Mario Dandy Satriyo dengan12 tahun penjara dalam kasus penganiayaan berat berencana terhadap Cristalino David Ozora. Dalam tunturannya, jaksa turut membeberkan hal-hal memberatkan yang menjadi pertimbangan dalam menuntut Mario, seperti tersebut di atas.

Tak hanya itu, jaksa juga mengatakan akibat perbuatan Mario, korban mengalami kerusakan otak dan saat ini dalam kondisi amnesia. “Perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban,” ujarnya.

Mario Dandy Satriyo. (Kompas.tv)

Jaksa juga menyebut Mario berusaha memutarbalikkan fakta dengan merangkai cerita bohong pada saat proses penyidikan. “Tidak ada perdamaian terdakwa dengan keluarga anak korban Cristalino David Ozora,” ucap jaksa.
Sementara untuk pertimbangan yang meringankan, dengan tegas jaksa menyatakan tidak ada. “Hal yang meringankan nihil,” tegasnya.

Selanjutnya, jaksa pun membacakan tuntuan terhadap Mario Dandy dalam kasus penganiayaan berat berencana terhadap Cristalino David Ozora. Anak bekas pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo ini dituntut 12 tahun penjara.

JPU meminta majelis hakim PN Jakarta Selatan menyatakan Mario terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan berat berencana terhadap David. “Menuntut supaya majelis hakim PN Jaksel yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan, terdakwa Mario Dandy Satriyo terbukti bersalah melakukan kejahatan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu,” kata jaksa.

“Menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun,” sambungnya.

Jaksa menilai Mario terbukti melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat (2) UU Perlindungan Anak.

Tak hanya pidana penjara, jaksa juga meminta para terdakwa dalam kasus tersebut yakni Mario Dandy, Shane Lukas dan AG untuk membayar restitusi kepada David Ozora senilai Rp120 miliar.

“Membenakan terdakwa Mario Dandy, saksi Shane Lukas dan anak saksi AG masing-masing dalam berkas terpisah, bersama-sama secara berimbang menyesuaikan peran serta untuk membayar restitusi kepada David Rp120.388.911.030 (Rp120 miliar),” ujar jaksa.

Comment here