Ekonomi

Media Asing Soroti Warga Miskin RI Antre Beras Bersubsidi: Ibarat Anak Ayam Mati di Lumbung Padi

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. Harga beras telah meningkat lebih dari 16 persen sejak tahun lalu, karena fenomena cuaca El Nino telah mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Asia pada tahun 2023, mengurangi produksi sereal dan memicu tekanan inflasi pangan. Beberapa konsumen paling sensitif terhadap harga di dunia,” kata Reuters dalam artikelnya yang terbit pada Selasa (28/2/2024), seperti dilansir Tempo.co.

Ya, mahalnya harga beras di Indonesia menjadi sorotan media asing, Reuters. Dalam artikelnya berjudul “Sprawling Queues for Subsidised Rice Highlight of Indonesia’s Poor,” media yang berkantor pusat di London, Inggris ini menulis soal antrean masyarakat miskin Indonesia demi mendapatkan beras murah. Ibarat anak ayam mati di lumbung padi.

Petugas menolong seorang anak yang ikut dalam antrean pembagian beras gratis 5 kilogram di halaman Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. Beras ini dikumpulkan dari zakat fitrah karyawan Pemkot Surakarta. (Tempo.co)

Reuters meliput puluhan warga Indonesia yang sebagian besar perempuan, mengantre untuk membeli sekarung beras bersubsidi di Bekasi. Bazar diadakan oleh Badan Pengadaan Pangan Bulog di kota Bekasi, 25 kilometer sebelah timur ibu kota Jakarta.

Demi mendapat beras murah, Reuters menyoroti perjuangan masyarakat kurang mampu di Indonesia untuk membeli bahan pangan yang menjadi bahan pokok hampir setiap makanan di Asia Tenggara.

Harga beras di dalam negeri memang terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Dalam keterangan tertulisnya kemarin, Selasa, 27 Februari 2024, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, harga beras di pasaran sudah mencapai Rp 18 ribu per kilogram. Ia menilai, harga itu sudah tinggi dan membutuhkan penanganan serius.

“Sekarang ini kan beras terakhir sudah mencapai Rp 16 ribu ya. Bahkan ada yang Rp 18 ribu. Untuk harga gabah itu kemarin saya lihat di Demak itu ada yang harganya sampai Rp 8.000 lebih per kilogram. Itu artinya berarti memang harus ada penanganan yang serius,” ujar Muhadjir Effendy.

Berdasarkan panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa, 27 Februari 2024, harga beras premium naik dari pekan sebelumnya menjadi Rp 16.420. Sementara, harga beras medium juga naik menjadi Rp 14.330. Harga beras tertinggi berada di Papua Pegunungan, yaitu beras medium Rp 20.980 dan beras premium Rp 24.490.

Comment here