Jaga Budaya

Media Berperan Penting dalam Pelestarian Kebaya Nusantara

Editor: Rudi S Kamri

Jakarta, KABNews.id – Kebaya adalah warisan adiluhung budaya bangsa. Kebaya sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu “Abaya” yang berarti jubah atau pakaian longgar.

Menurut penuturan Tuti N Roosdiono, Ketua Yayasan Kebaya Warisan Indonesia (Kebaya Foundation) berdasarkan penelusuran sejarah, konon bentuk awal kebaya berasal dari Kerajaan Majapahit, yaitu busana yang dikenakan oleh para permaisuri dan selir raja.  Sebelum budaya Islam masuk, masyarakat Jawa pada abad ke-9 telah mengenal beberapa istilah busana. Namun waktu itu kaum wanita masih setia dengan padanan kain dan kemben yang hanya membebat dada sekadarnya.

“Kebaya sejatinya adalah hasil proses akulturasi budaya dan kearifan lokal Nusantara. Ketika budaya Islam masuk, dilakukan penyesuaian untuk lebih menutup area dada. Yaitu dengan dibuatnya semacam outer berupa kain tipis yang digunakan untuk menutup bagian belakang tubuh, bahu serta kedua lengan,” ujar Tuti N Roosdiono, yang juga anggota Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Dalam wawancara dengan KABNews.id, Tuti N Roosdiono menekankan bahwa kebaya adalah busana kaum wanita di Indonesia yang ada di abad ke-15 hingga ke-16. Meski di masa itu kebaya hanya dipakai oleh para priyayi, yaitu kaum bangsawan, namun dalam perkembangannya sudah dikenakan oleh wanita dalam semua strata. Tuti juga menyampaikan bahwa setiap daerah di Indonesia mempunyai pakaian kebaya dengan berbagai ciri dan kekhasan masing-masing daerah. Untuk itu, Tuti menggarisbawahi bahwa tugas sejarah kita sebagai anak bangsa adalah melestarikan dan mengembangkan kebaya sebagai busana nasional Indonesia.

Tuti N Roosdiono. (Foto: Dokumen Pribadi)

“Kebaya Foundation mempunyai tugas utama untuk mengembangkan dan melestarikan kebaya. Bahkan kami meminta Presiden Jokowi untuk menentukan suatu hari menjadi Hari Kebaya Nasional, dan mendorong pemerintah untuk mendirikan museum kebaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta memberikan insentif bagi pengusaha UMKM yang memproduksi kebaya,” jelas Tuti, wakil rakyat dari Jawa Tengah ini.

Dalam tugas sejarah melestarikan dan mengembangkan kebaya Nusantara, menurut politisi PDI Perjuangan yang juga inisiator dan founder gerakan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), peran media massa sangat penting. “Media berperan penting dalam pelestarian kebaya Nusantara,” tegasnya.

“Untuk itu secara pribadi dan atas nama Kebaya Foundation saya mengapresiasi lahirnya KABNwes.id sebagai bagian dari Kanal Anak Bangsa Group. Saya berharap KABNews.id bisa membantu kami dalam melestarikan dan mengembangkan kebaya sebagai busana Nusantara,” pungkasnya.

Comment here