Hankam

Media Sebagai Komponen Soft Power Sishankamrata

Editor: Rudi S Kamri

Jakarta, KABNews.id – Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurrachman menyatakan media massa dapat menjadi komponen “soft power” (kakuatan lembut) dalam Sistem Partahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang sangat dibutuhkan di era digital dan disrupsi teknologi saat ini.

“Media dapat menjadi komponen ‘soft power’ dalam Sishankamrata di era digital dan disrupsi teknologi ini,” ungkap Dudung Abdurachman di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Sebab itu, mantan Panglima Komando Daerah Militer V/Jayaraya (Pangdam Jaya) ini mengapresiasi dan menyambut baik diluncurkannya Kanal Anak Bangsa News dot id atau KABNews.id, pada 1 September 2021 lalu untuk bersama-sama TNI berjuang menjaga Indonesia dari berbagai gangguan, ancaman, tantangan dan hambatan.

“TNI dari sisi hard power-nya, media dari sisi soft power-nya. Semua demi kejayaan Indonesia dan tegaknya Merah Putih,” tegas lulusan Akmil 1988 ini.

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: dokumen pribadi).

Di era teknologi informasi ini, kata Kang Dudung, panggilan akrab akang Sunda ini, perang antar-negara lebih didominasi perang siber dan “proxy war”, bukan perang konvensional yang melibatkan militer dan senjata berat, sehingga meniscayakan hadirnya media massa online untuk menyebarluaskan informasi secara cepat dan masif.

“Di sinilah peran media massa online sangat vital,” cetusnya merujuk pada peran yang dapat diambil KABNews.id yang tak lain “adik kandung” KAB TV yang sudah lebih dulu eksis dalam setahun terakhir ini.

Tidak itu saja. Kata Dudung, maraknya “hoax” atau berita palsu di era digital ini juga meniscayakan kehadiram media massa yang berkarakter, berintegritas, kredibel dan terpercaya untuk meng-counter maraknya hoax tersebut. “Dengan narasi yang benar dan masuk akal serta masif, hoax yang marak itu insya Allah bisa dilawan,” jelas Dudung yang kisah hidupnya amat inspiratif, di mana semasa kecilnya, putra seorang penjual kue ini sempat menjadi loper koran.

Tidak itu saja. Kisah inspiratif lainnya adalah keberanian dia menurunkan baliho-baliho bergambar Rizieq Syihab di seantero Jakarta.

Sebab itu, Dudung mengajak semua komponen bangsa, termasuk media massa, untuk bersama-sama menjaga Indonesia dari gempuran hoax yang dapat memecah-belah dan mengamcam persatuan dan kesatuan bangsa. “Di sinilah pameo pena lebih tajam daripada pedang kian menemukan momentumnya. Dalam Sishankamrata, mempertahankan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab tentara, melainkan semua komponen bangsa,” papar jenderal low profile kelahiran Bandung, 19 November 1965 ini.

Comment here