Jaga Budaya

Mengapa Monalisa Bersedih? Kembang Sepatu: Mesin Pembunuh Terus Diproduksi!

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Masih ingatkah kita akan Monalisa, lukisan mahakarya pelukis kelahiran Italia, Leonardo da Vinci pada abad ke-16? Lukisan cat minyak ini sangat populer di dunia karena menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga kini, termasuk senyuman dan lirikan mata wanita yang menjadi objek lukisan itu.

Nah, di antara misteri itu, di belahan bumi lainnya, tepatnya di Indonesia, kini seorang pelukis bernama Kembang Sepatu membuat lukisan Monalisa “tandingan” dengan objek serupa, namun sedikit direkayasa, yang diberi judul “MonaliSad”. “Sad” dalam bahasa Inggris artinya bersedih, di mana Monalisa di lukisan itu digambarkan sedang bersedih.

Lukisan “MonaliSad” (80 x 100 cm, 2024) karya Kembang Sepatu. (Istimewa)

Monalisa dalam lukisan Kembang Sepatu ini digambarkan sedang “mengemban” atau menimang seorang bayi lucu dan mungil, dan bayi itu seperti hendak dihinggapi seekor burung Merpati.

Akan tetapi, di sekeliling Monalisa banyak pesawat tempur berseliweran dengan roket-roket yang siap ditembakkan ke arah lawan. Sebab itulah, Monalisa bersedih. “Sebenarnya Monalisa itu wanita periang, namun kini bersedih. Senyuman misteriusnya yang sampai saat ini masih menjadi misteri, serta keindahan dan kepopulerannya yang membius dunia, ternyata belum mampu membangun kesadaran manusia tentang kesengsaraan yang ditimbulkan oleh perang,” kata Kembang Sepatu kepada KABNews.id di Jakarta, Minggu (4/2/2024).

“Monalisa menangis. Monalisa bersedih atas tragedi kemanusiaan. Mesin-mesin pembunuh terus diproduksi manusia untuk memusnahkan peradaban yang dibangun oleh manusia sendiri, demi ambisi kekuasaan,” lanjut Kembang Sepatu, pelukis kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, yang juga berprofesi sebagai guru seni rupa.

Lukisan Mona Lisa karya pelukis kelahiran Italia, Leonardo da Vinci. (Musée du Louvre/Louvre Museum Collection via Kompas.com)

Manusia, kata Kembang Sepatu, pernah menjadi bayi yang sangat lemah, tetapi mengapa kemudian menjadi manusia sadis dengan membunuh bayi-bayi? “Apakah mereka reinkarnasi dari Raja Firaun yang ketakutan atas mimpinya sendiri tentang akan lahirnya seorang bayi laki-laki yang kelak akan membayakan kekuasaanya, bahkan membunuhnya, yakni Musa?” jelas Kembang menguraikan makna lukisan terbarunya ini.

Memang, di banyak belahan dunia saat ini masih berkecamuk perang. Misalnya antara Rusia dan Ukraina, antara Amerika Serikat (AS) dan Irak, dan yang paling menyesakkan dada adalah antara Hamas (Palestina) dan zionis Israel. Akibat serangan tentara Israel di Gaza, kini warga Palestina yang menjadi korban perang lebih dari 25 ribu orang meninggal dunia.

Melalui seekor Merpati yang ada di lukisan MonaliSad (80 x 100 cm, 2024), Kembang Sepatu berharap umat manusia di seluruh dunia, dan lembaga-lembaga dunia, terutama Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bersama-sama menggalang upaya perdamaian untuk menghentikan perang di belahan dunia mana pun, terutama Hamas versus Israel dan Ukraina versus Rusia, serta menghentikan produksi senjata dan pesawat-pesawat tempur pembunuh umat manusia.

“Melalui seekor Merpati yang merupakan lambang perdamaian, kita berharap semua manusia mengambil peran masing-masing untuk menghentikan semua perang di belahan bumi mana pun, dan menghentikan produksi senjata dan pesawat pembunuh umat manusia,” tandasnya.

Comment here