Sport

Menpora Amali: Presiden Perintahkan Bangun Training Camp untuk Atlet Difabel

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk membangun training camp atau tempat pelatihan berfasilitas paripurna yang dilengkapi sport science sebagai pusat latihan para atlet difabel. Selain training camp, juga akan dibangun sentra-sentra olah raga di 10 provinsi di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah disusun Kemenpora bersama stakeholder terkait sebagai pedoman dalam melakukan pembinaan atlet prestasi secara sistematis dan berkelanjutan.

“Pak Presiden kemarin sudah memerintahkan kepada saya langsung ketika beliau memberikan apresiasi (kepada para atlet). Jadi Pak Presiden, Pak Jokowi memberi arahan dan perintah kepada saya untuk segera membangun training camp atau pemusatan latihan buat atlet-atlet paragames atau atlet difabel dengan fasilitas yang lengkap,” kata Menpora Zainudin Amali saat menjadi narasumber dalam program spesial bertajuk ‘Tribute to Paralimpians’ Metro TV, Sabtu (18/9/2021), dikutip dari Tempo.co, Senin (20/9/2021).

Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali. (Foto: Jawa Pos)

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini, atlet paralimpiade peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila, Dheva Anrimusthi, David Jacobs, Sapto Yogo Purnomo, Hary Susanto, dan pelatih cabang olah raga parabulutangkis, Sapta Kunta Purnama

Menurut Menpora Amali, langkah tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah, sekaligus untuk memberikan posisi dan fasilitas yang sama antara atlet olimpiade dan paralimpiade atau atlet non-difabel dengan atlet difabel. “Sekarang dalam DBON Nasional, kami memberi tempat yang sama, yang setara antara atlet olimpiade dan atlet paralimpiade,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Menurut para atlet, pelatih dan pengurus NPC Indonesia pada periode sebelum-sebelumnya atlet difabel seolah tidak diperhatikan bahkan ditelantarkan dan tidak mendapat tempat yang sama dengan atlet non-difabel. “Mereka (atlet difabel) benar-benar merasakan perhatian pemerintah menyetarakan posisi difabel. Itu akan membangkitkan semangat dari atlet yang sekarang belum terekrut (calon atlet difabel),” katanya.

Menpora Amali yakin DBON sebagai panduan prestasi olah raga dan dibangunnya sentra-sentra olah raga, maka pencarian dan pembinaan talenta atlet non-difabel akan lebih mudah dan tidak kesulitan seperti saat ini. 

“Kalau ini jalan (DBON), Perpresnya jalan, seluruh kementerian, lembaga mendukung, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota mendukung. Saya optimis target tercapai, yang penting kita konsisten dan fokus terhadap apa yang tertuang di dalam DBON,” ujarnya.

Bila kerja sama antar-stakeholders (para pemangku kepentingan) berjalan dengan baik dan pemerintah terus memberikan perhatian kepada para atlet difabel, Menpora yakin hal tersebut akan membangkitkan semangat mereka untuk berkarir menjadi atlet. “Saya meyakini kalau seperti ini perhatian kita, orang akan berbondong-bondong menjadi atlet difabel. Selama ini mereka berada di pinggir-pinggir, tidak pernah diurus secara serius seperti sekarang,” katanya.

Comment here