Sport

Mercedes, Audi, BMW Tarik Diri dari Formula E

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak berkecil hati dengan pengunduran diri 3 pabrikan mobil dalam ajang balap mobil listrik Formula E. Tiga pabrikan mobil itu adalah Mercedes-Benz, BMW, dan Audi.

Menurut Pemprov DKI, Formula E tetap menarik dan populer karena masih ada 7 pabrikan mobil yang terlibat, termasuk Jaguar dan Porsche.

Hal ini disampaikan Pemprov DKI dalam dokumen yang diunggah di website PPID Jakarta. Dokumen tersebut berjudul ‘KATANYA vs FAKTANYA FORMULA E’ dan dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.

“Saat ini Formula E diikuti oleh 12 tim dan 7 pabrikan mobil termasuk di antaranya Jaguar, Porsche, Nissan, Penske, Nio, DS Tech, dan Mahindra,” tulis Pemprov DKI dikutip dari BeritaSatu.com, Kamis (30/9/2021).

Bahkan, kata Pemprov DKI, jumlah pabrikan dan tim yang terlibat dalam gelaran Formula E lebih banyak dari balapan lain. Contohnya MotoGP diikuti oleh 12 tim dan 6 pabrikan (Aprilia, Ducati, Honda, Yamaha, Suzuki, dan KTM).

Ilustrasi Formula E. (Foto: Tirto.id)

“Lalu Formula 1 yang diikuti oleh 10 tim dan 4 pabrikan, yakni Renault, Ferrari, Honda, dan Mercedes dan WRC diikuti oleh 4 pabrikan, yaitu Toyota, Ford, Hyundai dan Citroen,” tutur Pemprov DKI.

Dikatakan, pengunduran diri suatu pabrikan mobil adalah hal yang biasa dalam even balap internasional misalnya MotoGP, Formula 1, dan World Rally Championship (WRC). Hal tersebut lebih dikarenakan strategi jangka panjang mereka, bukan karena kinerja even balapnya.

Pemprov DKI juga mengutip majalah Forbes (Mei 2021) yang menyebutkan popularitas Formula E yang merupakan gelaran balapan terbesar ketiga di dunia ini terus meningkat. Formula E disiarkan oleh 40 media internasional dan disaksikan di 150 negara di 6 benua. Season 6 pada tahun 2019 lalu disaksikan oleh 400 juta pemirsa secara live.

“Mengingat penikmat Formula E kebanyakan adalah para milenial, diperkirakan popularitas Formula E di masa mendatang akan lebih tinggi, apalagi ini sejalan dengan tren otomotif global menuju kendaraan listrik,” pungkas Pemprov DKI.

Berkaca

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan Pemprov DKI Jakarta perlu berkaca dari hengkangnya tiga perusahaan otomotif ini yang makin membuat penyelenggaraan Formula E tidak lagi menarik di mata penonton.

“Dengan keluarnya 3 perusahaan raksasa otomotif ini sulit mendapatkan keuntungan dari penyelenggaraan Formula E. Terlalu berisiko tidak balik modal bahkan rugi besar,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Menurut Anggara, Mercedes Benz mundur karena Formula E sudah tidak lagi memberikan keuntungan dari segi transfer teknologi maupun dari segi pemasaran. Dia menilai hal tersebut membuat pamor Formula E makin anjlok dan akhirnya risiko kerugian penyelenggaraan makin tinggi.

“Jakarta sepatutnya mengikuti langkah tiga negara yang batal menyelenggarakan Formula E pada 2021 akibat pandemi Covid-19, yakni Tiongkok, Perancis, dan Korea Selatan,” tandas Anggara.

Comment here