Hankam

Militer Malaysia Siap Beli 32 Unit Panser Buatan PT Pindad Sekalian Minta Dilatih Indonesia

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Militer Malaysia saat ini sedang berusaha mengganti panser Condor dan Sibmas mereka yang sudah tua. Oleh sebab itulah Malaysia melakukan tender pengadaan panser baru. Pabrikan senjata macam FNSS Turki dan Hyundai Rotem lantas mengikuti tender pengadaan panser baru bagi militer Malaysia.

Asia Business Daily melaporkan bahwa Hyundai Rotem melontarkan tawaran panser K806 6×6. Kemudian FNSS Turki dengan PARS II 6×6. Tak mau ketinggalan, pabrikan General Dynamic Land System menawarkan AVGP 6×6 versi upgrade.

PT Pindad Indonesia juga tak mau ketinggalan rebutan tender ini. Dikutip dari akun┬ázonajakarta.pikiran-rakyat.com, Jumat (17/9/2021), PT Pindad menawarkan 32 unit panser 6×6 seharga 40 juta dolar AS.

“Dengan harga total USD 40 juta untuk 32 unit panser 6×6 APC yang ditawarkan oleh PT Pindad, pihak Malaysia menghendaki offset/trade off dengan nilai yang sama/equivalent untuk offset langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.

Timbalan Panglima Tentera Darat Malaysia, Leftenan Jeneral Dato’ Hasagaya Bin Abdullah saat kunjungi PT Pindad pada November 2019. (Foto: Pikiranrakyat)

Setelah itu Malaysia menginginkan adanya Transfer of Technology (TOT) dari PT Pindad untuk pengembangan kendaraan khusus yang dikembangkan oleh Kualalumpur.

“Permintaan Transfer of Technology (TOT) pihak Malaysia untuk peningkatan kemampuan perusahaan domestik Malaysia dalam rangka memproduksi kendaraan khusus (ransus) dan komponen-komponen khusus untuk:

– Tactical Vehicle Adiwira 4×4

– Fire Rescue Tender

– Light Fire Rescue Tender

– Amdac Waterjet,” ungkap @putut_reza.

Bukan hanya itu, Malaysia juga meminta adanya kerja sama Indonesia dengan Perlis University of Malaysia. Kerja sama strategis antara center of business innovation and techno enterpreneurship studies (PPIPT) unimap and Mindef yang harus memberikan keuntungan kepada Perlis Unibersity of Malaysia.

– Research

– Student’s placement

– Faculty’s mobility and

– Endowed chair

Tak habis sampai situ, Indonesia juga harus mengadakan program pelatihan bagi angkatan bersenjata Malaysia.

Program pelatihan yang dapat memberikan keuntungan kepada angkatan bersenjata Malaysia, meliputi:

– Staff operational joint EW course

– Advanced communication EW course

– Non communication operation EW course

– EW database management course

– EW Signal analysis course

– EW system test and evaluation course

– Advanced signal analysis and reporting (incluiding EO) course

Nantinya jika kesepakatan tercapai maka Indonesia akan memberikan offset senilai 15 juta dolar AS ke Malaysia dalam pengadaan panser ini.

Comment here