Hankam

Mogami Class, Calon Fregat Tercanggih Indonesia yang Siap Jadi Flagship TNI AL

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Hingga saat ini TNI AL belum mendapat kapal perang real fregat untuk melindungi kedaulatan Indonesia.

Yang ada, TNI AL hanya mendapat light fregat Martadinata class. Terang saja itu belum cukup mengawal luasnya wilayah perairan Indonesia.

TNI AL sebenarnya masih punya setidaknya lima fregat Ahmad Yani class, namun kapal perang itu sudah sangat tua jikalau dipakai meronda ke berbagai wilayah Indonesia.

Mau tak mau, Indonesia memang butuh tambahan fregat baru yang lebih berotot, canggih dan tahan banting untuk menjalankan operasi di laut lepas terutama di Natuna Utara.

Maka Indonesia setuju membeli enam unit fregat FREMM dari Fincantieri Italia plus dua second hand Maestrale class.

Tak berhenti sampai di situ, Iver Huitfeld class dari Denmark juga akan datang melengkapi armada TNI AL.

Sudah? belum, Indonesia juga akan mengakuisisi setidaknya dua fregat Mogami class dari negeri Sakura Jepang.

Nama terakhir jelas mengagetkan karena AL Bela Diri Jepang (JMSDF) baru saja mempunyai Mogami class dan kapal itu sedang sea trial.

Mogami class fregat akan segera dimiliki TNI AL. (Foto: zonajakarta)

Namun tanpa canggung Jepang mau memberikan alih teknologi kepada Indonesia serta pembuatan Mogami class.

Adanya proses pembelian fregat Mogami tak lain berasal dari informasi akun instagram @military_buzz, dikutip dari ZonaJakarta.com, Jumat (3/9/2021).

Di sana @military_buzz memposting sebuah foto mengenai proses kontrak fregat buatan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Jepang yang tak lain adalah Mogami class.

Bila benar demikian maka TNI AL akan mendapat salah satu fregat canggih di dunia saat ini.

Lantas seperti apa spesifikasi Mogami?

Mogami pertama kali dibangun pada 2015 di mana JMSDF membutuhkan kapal pengganti destroyer escort tua mereka, Abukuma class.

Kapal perang ini harus bisa memenuhi kebutuhan peperangan laut masa kini untuk menandingi Jiangkai II class China.

Kebetulan saat itu MHI sudah membuat blueprint fregat 30FFM.

Tak perlu waktu lama badan Teknologi dan Logistik Jepang (ATLA) langsung menunjuk MHI agar segera mewujudkan proyek 30FFM.

Dana senilai 150 miliar Yen disetor pemerintah Jepang kepada MHI untuk membuat tiga unit 30FFM.

Desain 30FFM yang akan jadi Mogami class ialah panjang 130 meter, lebar 16 meter hingga mempunyai beban penuh 5.500 ton.

Untuk urusan dapur pacu, Mogami ditenagai mesin Combined diesel and gas (CODAG) yakni mesin Rolls Royce MT30 dan MAN Diesel V28.

Dengan CODAG kapal bisa melaju secepat 30 knot, cukup gesit juga untuk ukuran fregat.

Diawaki oleh 90 orang, tonase Mogami yang mencapai 5.500 ton jelas dijejali dengan sensor dan radar terkini.

Ada radar OPY-2 yang merupakan jenis AESA hingga sistem radar pasif NOLQ-3E.

Di lini persenjataan ada meriam laut kaliber 127 mm, lebih besar dari kanon Leopard 2 TNI AD yang berada di angka 120 mm.

Jepang akan mencangkokkan rudal antikapal antara lain Type 90 atau Type 12 versi platform kapal.

Rudal antikapal Type 90 sendiri merupakan produk lokalan Jepang hasil alih teknologi dari RGM-84 Harpoon US Navy yang mempunyai jangkauan tembak sejauh 150 km.

Paling keren Mogami bisa mengadopsi sistem pertahanan udara SeaRAM yang merupakan kombinasi CIWS Phalanx dan rudal antiserangan udara jarak dekat.

Untuk perlindungan serangan udara jarak sedang dan jauh, Mogami bisa membawa Mk 41 Vertical Launching System (VLS) sebanyak 16 cell.

Masih belum cukup, Mogami juga bakal dilengkapi Type 03 SAM versi Naval untuk semakin mempertebal pertahanannya atas ancaman rudal musuh.

Bisa dibilang Mogami adalah real fregat yang mengkhususkan diri menghadapi serangan udara alias Anti-Aircraft Warfare (AAW).

Namun untuk misi pertempuran melawan kapal permukaan dan kapal selam, Mogami juga sanggup melakukannya.

Jika Mogami class hadir di jajaran armada Indonesia, bukan tak mungkin bila ia akan jadi kapal Flagship TNI AL sebelum kedatangan Destroyer yang entah kapan akan dimiliki negeri ini.

Comment here