Hukum

Napoleon Bonaparte Tersangka Penganiayaan M Kace

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Polisi menetapkan Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Muhamad Kosman alias Muhammad Kace di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal (Rutan Bareskrim) Polri. Irjen Napoleon jadi tersangka berdasarkan hasil gelar perkara.
“Sudah (tersangka) menurut laporan hasil gelar perkaranya,” ujar Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto kepada wartawan, dikutip dari detik.com, Rabu (29/92021).

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya Kace di dalam rutan. Dia diduga memukul dan melumuri Kace dengan kotoran manusia yang disiapkannya.

Napoleon diduga dibantu tiga tahanan lain dalam melakukan aksi tersebut pada Kamis (26/8/2021) dini hari. Salah satu tahanan yang diduga membantu Napoleon adalah mantan Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) Maman Suryadi.

Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte. (Foto: CNN Indonesia)


Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi menyebut ada enam calon tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Kace. Salah satunya Irjen Napoleon sendiri.

Andi mengatakan pihaknya telah melakukan pra-rekonstruksi yang dihadiri saksi kejadian dan calon tersangka. Pra-rekonstruksi dilakukan sebagai penyesuaian antara fakta di lapangan dengan hasil berita acara pemeriksaan saksi serta calon tersangka. “Pra-rekonstruksi sudah dilaksanakan. Dihadiri saksi kejadian dan calon tersangka,” ucap Andi.

Menurut Andi, pra-rekonstruksi dihadiri enam calon tersangka. Sementara, Kace selaku korban atau pelapor tidak dihadirkan.

Muhammad Kosman alias Muhammad Kace alias Muhammad Kece ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya usai video penghinaan terhadap simbol agama viral di media sosial.

Penangkapan itu berlangsung di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/8/2021) pukul 19.30 WIB. Usai ditangkap, Kece lalu diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan penahanan di Rutan Bareskrim Polri pada Rabu (25/8/2021).

Setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, M Kece lantas ditahan selama 20 hari terhitung dari tanggal 25 Agustus sampai 13 September 2021. Hingga kini masa penahanannya diperpanjang.

M Kece disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) dan junto Pasal 45 a ayat (2) dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan yakni Pasal 156 a KUHPidana tentang Penodaan Agama, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Pada malam isolasi di Rutan Bareskrim Polri, Kamis (26/8/2021), Kece mendapat penganiayaan yang dilakukan oleh sesama tahanan. Selain dipukuli, pelaku juga melumuri wajah dan badannya dengan tinja (kotoran manusia).

Comment here